HOME » BERITA » HYUNDAI AKAN BANGUN PABRIK SUV DAN MPV DI INDONESIA

Hyundai Akan Bangun Pabrik SUV dan MPV di Indonesia

Hyundai akan menyuntikkan investasi dengan membangun pabrik di Indonesia

Selasa, 02 Juli 2019 16:15 Editor : Ahmad Muzaki
Hyundai Akan Bangun Pabrik SUV dan MPV di Indonesia
Hyundai Kona (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Kendati pertumbuhan kendaraan asal Korea Selatan tidak secemerlang merek-merek Jepang, hal ini tidak menyurutkan produsen otomotif Negeri Gingseng tersebut untuk terus menanamkan investasinya di Indonesia.

Bahkan Hyundai Motor Company (HMC) sudah menyatakan akan menyuntik investasinya dengan membangun pabrik di Indonesia.

Rencana tersebut ditegaskan pada pertemuan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul belum lama berselang.

Pabrik Hyundai di Indonesia yang lokasinya masih belum dikonfirmasi tersebut bakal mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Indonesia dinilai akan menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

""Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia. Mereka akan mulai produksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun," kata Airlangga Hartarto.

"Targetnya, sebanyak 47 persen produksi untuk pasar domestik dan 53 persen untuk ekspor," tambah Airlangga.

1 dari 1 Halaman

Jenis kendaraan yang dibuat

Hyundai Akan Bangun Pabrik SUV dan MPV di IndonesiaJenis kendaraan yang dibuat

Jenis kendaraan yang akan dibuat di Indonesia, antara lain adalah SUV, MPV, hatchback, dan sedan.

Pada kunjungannya di HMC saat itu, Airlangga sempat ikut menguji mobil berbahan bakar hydrogen yang dinamakan Hyundai Nexo.

Pemerintah Indonesia akan mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, sejak awal Januari 2018, Hyundai mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik di kawasan ASEAN dan Indonesia sebagai pilihan lokasinya.

“Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik,” ungkapnya.

Harjanto menjelaskan, dari total kapasitas produksi HMC di Indonesia, sebagian akan digunakan untuk membuat kendaraan listrik. Dari kapasitas itu, sebagian besar untuk mengisi pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Australia, serta sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik.

BERI KOMENTAR