HOME » BERITA » HYUNDAI PRODUKSI MOBIL DI INDONESIA, HARGA MOBIL LISTRIK BISA LEBIH MURAH?

Hyundai Produksi Mobil di Indonesia, Harga Mobil Listrik Bisa Lebih Murah?

Jum'at, 21 Desember 2018 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Hundai Kona Listrik (Paultan)

OTOSIA.COM - Hyundai tengah berencana untuk memroduksi kendaraan listrik di Indonesia. Menurut Wakil Menteri Perindustrian, Harjanto, nilai investasinya pun mencapai USD 880 juta atau setara Rp 12,8 triliun (Kurs USD 1 = Rp 14.501), seperti dikutip dari Reuters.

Secara resmi pemerintah mengatakan bahwa pabrik mobil listrik Hyundai akan sanggup menghasilkan 250.000 unit mobil, termasuk kendaraan listrik. Mengutip Paultan, rencananya 53 persen akan menjadi komoditi ekspor, yang mana sebagian besar akan menyasar negara-negara ASEAN dan Australia. Sedangkan 47 persen sisanya adalah porsi pasar domestik.

Hyundai hingga kini belum memberikan pernyataan resmi soal rencana produksi mobil di Indonesia. Hanya saja Hyundai mengatakan bahwa sedang mempertimbangkan berbagai cara untuk memperluas pasar baru, termasuk Asia Tenggara. Pihaknya juga mengatakan bahwa belum ada keputusan soal fasilitas produksi di kawasan Asia Tenggara.

Langkah Hyundai mengambil Indonesia sebagai negara tempat produksi mobilnya terbilang cukup terlambat. Namun Hyundai sepertinya sedang mengurangi ketergantungannya terhadap China.

Tak hanya itu, Indonesia memiliki cadangan bijih nikel laterit yang melimpah. Hasil bumi itu merupakan bahan penting untuk pembuatan baterai lithium-ion yang digunakan sebagai sumber tenaga kendaraan listrik.

Sebelumnya, Mentri Koordinator Bidang kemaritiman, Luhut Binsar panjaitan, mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini pemerintah akan melaksanakan ground breaking pembangunan pabrik lithium battery yang akan menjadi produsen terbesar di dunia.

Jika memang benar Hyundai akan memroduksi kendaraan listriknya di Indonesia, bukan tak mungkin harga mobil listrik di Indonesia bisa lebih ramah kantong. Sebab, tak ada pajak impor dan biaya impor untuk mendatangkan mobil listrik dari negara lain.

 (kpl/tys)

BERI KOMENTAR