HOME » BERITA » ICE DAY 2018 AJANG UJI KECEPATAN PENGGEMAR CBR

ICE Day 2018 Ajang Uji Kecepatan Penggemar CBR

Rabu, 19 Desember 2018 16:04 Editor : Winda Carmelita
� Otosia.com/Bambang E. Ros

OTOSIA.COM - Pecinta kecepatan kali ini mendapatkan kesempatan memuaskan diri lewat Indonesia CBR Race Day 2018. Gelaran ini dibesut oleh PT Astra Honda Motor bersama jaringan main dealer dan Asosiasi Honda CBR (AHC).

Dalam ICE Day 2018 seri terakhir ini diikuti 257 starter dari berbagai komunitas yang datang dari seluruh Indonesia untuk memeriahkan gelaran yang diadakan pada hari Minggu (9/12) di Sentul International Circuit.

"Dalam ICE Day seri terakhir ini peserta paling jauh datang dari Pontianak, Bali dan juga Padang. Dari seri ke seri pesertanya terus meningkat, dan tiap seri banyak peserta baru makanya selalu kita buatkan coaching supaya para pemula ini tahu bagaimana aura balap dan safety balapan seperti apa," jelas Iwan Suryo, ketua pelaksana ICE Day 2018.

Dimulai dengan coaching clinic bersama mekanik andalan dan pebalap jagoan AHRT pun tak luput dari radar para penggemar CBR. Kesempatan berharga menggali ilmu teknik balap, seperti speeding, cornering maupun braking ini sayang banget jika dilewatkan, apalagi langsung dipandu oleh Rheza Danica Ahrens, juara kelas AP250 di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018.

� Otosia.com/Bambang E.Ros

Selanjutnya kemeriahan ICE Day seri ketiga ini, diramaikan dengan Bikers Parade yang melibatkan ratusan bikers yang berasal dari berbagai komunitas.

Mempertandingkan Dua Kelas Balap

� Otosia.com/Bambang E.Ros

Event ini mempertandingkan dua kelas balap yakni 150cc dan 250cc. Dari setiap kelas masing-masing terdiri dari dua kategori yakni komunitas dan non komunitas yang berjumlah 257 peserta. Untuk kelas komunitas dibagi menjadi tiga level yakni level A, level B, level C dan pemula. Sementara itu untuk kategori non komunitas, peserta dibagi menjadi dua level yaitu level pemula dan level advance. Pembagian level tersebut ditentukan berdasarkan bracket time yang dihasilkan saat sesi kualifikasi.

� Otosia.com/Bambang E.Ros

� Otosia.com/Bambang E.Ros

Dari persaingan sengit yang memanas di sirkuit, akhirnya David Angjaya, pembalap Cornering Racing Team berhasil menyabet podium satu di kelas Komunitas A. Bagi David, persaingan kali ini benar-benar mendebarkan. "Persaingan seri ini semakin ketat, time-nya makin rapat. Tim lain terus cari settingan terbaiknya, makanya sekarang lebih kompetitif," ujarnya. Hal ini disiasatinya dengan latihan intens dan mencari setting terbaik untuk motor andalannya.

Sementara itu Aldi Hidayat dari CBR Sunmory Team x DRT Manualteach menduduki posisi jawara kelas 150cc komunitas C. "Bisa menjuarai Kelas C 150 merupakan kebanggan buat saya. Jujur ini merupakan kemenangan pertama saya di event besar seperti ini," tutur pria asal Ciawi ini.

Pengen tahu siapa saja yang berhasil meraih juara dari setiap kelas? Cek nama-namanya di sini.

Dengan didukung mesin DOHC 6 -Speed Engine CBR150R para pemenang merasakan performa yang lebih bertenaga dengan akselerasi yang lebih responsif namun tetap efisien dengan teknologi PGM-FI untuk sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.

CBR250RR sebagai generasi terbaru motor super sport 250cc dan motor sport generasi RR (Racing Replica) terbaik di kelasnya dengan mesin DOHC 6-percepatan 4 katup dan 2 silinder. Didesain dengan prinsip keseimbangan sempurna antara power dan manuverability dengan pengendalian maksimal, total control. Hal ini pun dirasakan langsung oleh Fachri Muhammad, pemeran sinetron �Si Entong� disempurnakan dengan menjajal Honda RC213V-S. �Bagi saya motornya enak banget, handlingnya oke banget dan tenaganya ngisi.� Jelas Fachri.

Gelaran pecinta kecepatan ini juga diramaikan dengan ajang modif kontes sebagai wadah kreativitas bikers CBR yang menyukai modifikasi pada motor tercintanya. Peserta modifikasi juga mendapatkan ilmu dari modifikator profesional yakni Alit Susanto dari Layz Motoshop dan juga M. Firdaus yang merupakan pemenang pertama CBR250RR Virtual Modification Challenge pada sesi coaching clinic.

Dalam kontes modifikasi ini, tiga motor berkesempatan menjadi yang terbaik melalui voting yang diadakan di social media. Hasilnya, �The Art Kabuki� milik Heriyanto menjadi pemenangnya. �Awalnya saya senang yang hitam putih, karenanya saya mempertahankan original dari motor itu sendiri. Apalagi ini edisi spesial makanya saya pertahankan grafisnya, hanya saja seluruh bodi di-nano ceramic biar warnanya awet," jelasnya.

� Otosia.com/Bambang E.Ros

(kpl/win)

BERI KOMENTAR