HOME » BERITA » IMI TERBITKAN BUKU DAN VIDEO PANDUAN TOURING, TEKAN AROGANSI KLUB MOTOR?

IMI Terbitkan Buku dan Video Panduan Touring, Tekan Arogansi Klub Motor?

Ikatan Motor Indonesia akan menerbitkan pedoman berkendara sepeda motor berkelompok dalam bentuk buku dan video.

Kamis, 03 Desember 2020 06:15 Editor : Nazarudin Ray
Ilustrasi pengendara moge berkelompok (dfordelhi.in)

OTOSIA.COM - Pada musim libur biasanya di jalur luar kota sering terlihat pengendara motor yang berkelompok tengah melakukan touring, terutama yang berasal dari komunitas, baik motor kecil hingga moge.

Tidak jarang gaya berkendara mereka mengundang cibiran warga sekitar. Mulai dari gaya berkendara yang mementingkan kecepatan daripada menikmati jalan, merasa paling berhak di jalan, hingga memakai aksesori yang berlebihan.

Terkait dengan berkendara sepeda motor berkelompok, Ikatan Motor Indonesia (IMI) akan merampungkan Standarisasi Tata Cara Berkendara Sepeda Motor Berkelompok. Panduan tersebut berupa buku dan video.

Video panduan ini menjadi sangat istimewa karena menjadi panduan standarisasi pertama yang diterbitkan di Indonesia. Tak hanya itu, panduan ini juga adalah yang pertama diterbitkan di dunia dalam 13 tahun. Panduan berkendara berkelompok terakhir dibuat oleh biker Amerika Serikat pada tahun 2007.

"Tujuan pembuatan standarisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya komunitas atau klub sepeda motor, dan pengguna jalan raya umumnya," ujar Sadikin Aksa, Ketua IMI.

Panduan berkendara berkelompok ini menjadi panduan pertama yang dikeluarkan IMI pada tahun ini mengingat di Indonesia angka pengguna jalan menggunakan sepeda motor sangat tinggi. Selain itu aktivitas sepeda motor berkelompok termasuk sering dilakukan di Indonesia.

"Panduan ini berperan dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu sudah perlu untuk membuat standarisasi. Mungkin kita paham bagaimana mengendarai sepeda motor, tapi dalam berkelompok kita harus tahu kapan tarik gas, kapan menjaga jarak, karena ini sebuah tim, maka harus seirama.

Jadi memang banyak hal yang harus dipahami dalam berkendara berkelompok," kata Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI, yang juga menjadi Penasihat Tim Mobilitas IMI.

Setiap tahun Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mencatat ada 1,35 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas, dan lebih dari 50% dari angka tersebut terjadi pada pengguna jalan yang rentan, yaitu pejalan kaki, pengguna sepeda dan sepeda motor roda dua dan tiga.

Tercatat pula ada 20 - 50 juta orang menjadi cedera hingga disabilitas akibat kecelakaan lalu lintas.

Di Indonesia tercatat ada lebih dari 2.800 kecelakaan dan lebih dari 548.000 pelanggaran lalu lintas. Dari trennya, pemilik kendaraan roda dua di Indonesia ini sudah hampir melampaui 120 juta, dan pertumbuhannya luar biasa yaitu 9 persen, sedangkan pertumbuhan jalan hanya 1,9 persen.

"Karena itu, panduan ini adalah yang pertama dari seri panduan yang akan diterbitkan IMI. Salah satu tujuan pentingnya adalah untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas tersebut. Ke depan juga diharapkan akan dapat menuju ke arah peningkatan kompetensi pengguna jalan," kata Joel D. Mastana yang juga ikut serta dalam pencanangan Decade of Action for Road Safety oleh PBB pada tahun 2011.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR