HOME » BERITA » INDIA LAKUKAN LOCKDOWN, WARGA YANG KELUAR CARI MAKAN KENA PUKUL POLISI

India Lakukan Lockdown, Warga yang Keluar Cari Makan Kena Pukul Polisi

Meski telah mengunci wilayah, masyarakat India masih saja nekat berlalu lalang dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki. Hal itu terpaksa dilakukan sebagian warga untuk membeli makanan

Selasa, 31 Maret 2020 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
India Lakukan Lockdown, Warga yang Keluar Cari Makan Kena Pukul Polisi
Seperti dilansir Jalopink, meski telah mengunci wilayah, masyarakat India masih saja nekat berlalu lalang dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki

OTOSIA.COM - Untuk meminimalisir penyebaran corona Covid-19 India berlakukan lockdown, namun ternyata hal itu tidak mudah. Dengan populasi sebanyak 1,3 miliar, masih banyak warga yang membandel untuk mentaati peraturan yang berlaku.

Seperti dilansir Jalopink, meski telah mengunci wilayah, masyarakat India masih saja nekat berlalu lalang dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki. Hal itu terpaksa dilakukan sebagian warga untuk membeli makanan.

Meski pemerintah memperbolehkan warga meninggalkan rumah untuk membeli bahan makanan, kepolisian India tetap berlaku keras cenderung kasar. Bahkan ada yang sampai memukul warga menggunakan tongkat.

1 dari 2 Halaman

Juru bicara kepolisian New Delhi, Anil Mittal, membantah adanya pemukulan dari aparat kepolisian. Meski demikian, beberapa warga memberikan laporan terkait tindak kekerasan.

?Beberapa tempat membayar sejumlah uang untuk bekerja, dan saya pikir uang itu untuk membeli makanan. Tetapi polisi menyerang kami dengan tongkat dan memukuli kami. Sekarang kita tidak punya apa-apa untuk dimakan," kata Seorang pelayan di New Delhi.

Selain itu, Tarique Anwar, seorang mantan bankir mengatakan, saat Ia harus pergi untuk membeli susu dan sayur-sayuran, beberapa orang polisi memerintahkan untuk kembali ke rumah.

2 dari 2 Halaman

Terdapat 5.590 Kasus

Sebuah video dari pejalan kaki menunjukkan seorang polisi menggunakan tongkat untuk menghancurkan bagian dalam toko daging. Pemilik toko mengaku, polisi memukulinya dan mengatakan seharusnya tidak membuka tokonya.

Tak hanya itu, data di negara bagian terpadat di India, Uttar Pradesh menyebut, terdapat lebih dari 5.590 kasus tuntutan karena warga tidak tinggal di rumah.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR