HOME » BERITA » INDONESIA AKAN BANGUN PABRIK KENDARAAN LISTRIK DI KARAWANG?

Indonesia Akan Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di Karawang?

Selain membangun pabrik baterai untuk kendaraan listrik, Indonesia juga ingin memiliki lini produksi kendaraan listrik sendiri.

Jum'at, 30 November 2018 17:15 Editor : Cornelius Candra
Pabrik perakitan mobil listrik Tesla (technologyreview.com)

OTOSIA.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, berbicara peluang Indonesia memiliki mobil listrik sendiri. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri rapat koordinasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terkait pengembangan industri kendaraan bermotor listrik nasional.

Menurutnya, seharusnya Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri mobil listrik. Pasalnya, pemerintah juga dalam waktu dekat ini bakal membangun pabrik baterai lithium, yang dikalaim sebagai paling besar di dunia.

"Kita bikin mobil Indonesia dong, kan baterainya sudah ada, mobilnya kita bikin di Karawang, Bekasi buat Indonesia," ujar Menko Luhut di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis (29/11), seperti disitat Merdeka.com dalam Liputan6.com.

Lanjutnya, ia meyakini jika Indonesia memiliki banyak orang-orang hebat yang bisa menyukseskan pengembangan industri kendaraan bermotor listrik ini. Ditambah lagi cadangan kobalt (Co) Indonesia, bahan utama baterai mobil listrik, menjadi yang terbesar di dunia.

"Kita jadi pemain utama karena cadangan baterai kita besar. Kadang-kadang kita enggak tahu (kalau) kita sakti," tegasnya.

Sehingga bukan tidak mungkin kendaraan bermotor listrik akan dikembangkan di Indonesia. "India masih cari lithium baterai. Kita ada di Halmahera Utara cadangan Cobalt yang (Co) besar. Di situ paling besar. Jadi kita tak ada masalah," ujarnya.

Menko Luhut menilai mobil listrik itu tidak semahal jenis Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, dia tidak perlu mesin seperti karburator, hanya butuh listrik saja.

Menko Luhut percaya bahwa Indonesia akan menjadi pemimpin jika kendaraan listrik ini terwujud.

Nantinya, penggunaan mobil listrik akan memberikan berbagai dampak positif. Sebut saja peningkatan diversifikasi pemanfaatan sumber energi yang akhirnya berujung pada pengurangan impor BBM serta menurunkan emisi gas karbondioksida.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR