HOME » BERITA » INDONESIA BELUM PUNYA ALAT UKUR TEKANAN BAN YANG AKURAT

Indonesia Belum Punya Alat Ukur Tekanan Ban yang Akurat

Untuk mendapatkan tekanan ban yang akurat, maka diperlukan alat ukur yang sudah terkalibrasi. Hal itu belum dimiliki oleh Indonesia.

Kamis, 07 November 2019 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
Indonesia Belum Punya Alat Ukur Tekanan Ban yang Akurat
Ilustrasi memeriksa tekanan ban mobil (gordonstyre.com)

OTOSIA.COM - Alat ukur tekanan ban yang terkalibrasi perlu untuk memastikan bahwa ban sudah memiliki tekanan ban yang sesuai. Kalibrasi sendiri merupakan prosesn pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar atau tolak ukur.

Rupanya, menurut Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono, Indonesia belum memiliki alat pengukur tekanan ban yang terkalibrasi saat ini. "Ini PR (pekerjaan rumah) bersama terutama pemerintah, bagaimana masyarakat disediakan alat pengukur ban yang akurat," ujar Soerjanto, dalam sebuah acara bertajuk Waspadai Kondisi Ban Saat Berkendara di Jalan Tol, di Gedung Kemenhub, Jakarta, Rabu (6/11/2019), dikutip dari Liputan6.com.

Lanjutnya, penyediaan alat ukur tekanan ban yang terkalibrasi tersebut merupakan tanggung jawab, sebab sudah diatur dalam undang-undang (UU) bahwa semua ukur mengukur di Indonesia itu diawasi oleh Kemendag.

"Dia (kemendag) lupa memasukan pengukur tekanan ban ini. Ternyata setelah berdiskusi dengan kemendag dia lupa mengatur atau mengawasi tiup meniup atau tekanan ban ini," tambahnya.

1 dari 1 Halaman

Harus Terkalibrasi

Indonesia Belum Punya Alat Ukur Tekanan Ban yang AkuratHarus Terkalibrasi

Hal tersebut, sangat penting mengingat ukuran tekanan bang erat kaitannya dengan keselamatan berkendara. Berdasarkan data, kecelakaan di jalan raya 80 persen diantaranya disebabkan kurangnya tekanan udara pada ban.

"Saya sudah koordinasi dengan Kemendag. Semua ukur mengukur itu kan sudah diatur dalam pemerintahan ini adalah tanggung jawabnya Kemendag. Jadi masalah metrologi semua selama itu dipakai masyarakat untuk sebagai acuan dan apalagi untuk keselamatan," ujarnya.

Dia mengungkapkan, saat ini di Kemendag tengah melakukan perumusan revisi aturan untuk memasukan pengukur tekanan ban. Namun dia mengaku tidak mengetahui persis sejauh mana proses pembahasan tersebut.

"Sampai sejauh mana kondisi aturan itu saya tidak tahu, tapi yang penting bagaimana masyarakat ini bisa mengukur tekanan ban yang benar," ungkapnya.

Alat ukur ban ini perlu dikalibrasi agar masyarakat bisa yakin bahwa tekanan bannya sudah sesuai standar pabrik. Sementara saat ini, alat ukur yang ada belum terkalibrasi.

"Jadi meskipun alatnya benar, tapi kalau tidak terkalibrasi atau kalibrasinya habis di dalam ya tetep tidak bisa dikatakan bahwa yang kita lakukan itu benar. Kalau sudah kalibrasi nanti ada sticker workshop yang melakukan siapa terus ada nomornya bahwa dia yang melakukan kalibrasi memang terakreditasi," ujarnya.

Sebagai tahap awal, KNKT merekomendasikan alat pengukur tekanan ban yang terkalibrasi disediakan di tempat-tempat umum yang kerap dilalui kendaraan. Misalnya rest area di jalan tol. Selanjutnya, semua alat pengukur harus terkalibrasi.

Sumber: Liputan6.com

[pos_1]
BERI KOMENTAR