HOME » BERITA » INDONESIA DITARGETKAN BISA PRODUKSI 14 JUTA KENDARAAN LISTRIK PADA 2035

Indonesia Ditargetkan Bisa Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035

Indonesia dicanangkan bisa memproduksi belasan ribu kendaraan listrik pada tahun 2035 mendatang. Belasan ribu unit itu terdiri dari 4 juta unit mobil listrik dan 10 juta unit sepeda motor listrik.

Jum'at, 01 Januari 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Indonesia Ditargetkan Bisa Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035
Kampanye kendaraan listrik di Jakarta (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Indonesia memang sedang gencar untuk melakukan percepatan penggunaan kendaraan listrik. Secara bertahap, target penerapan penggunaan listrik pun meningkat, tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia.

Dalam rentang tahun 2020 hingga 2030, negara-negara Asia akan mulai menerapkannya. Diantara, China sebanyak 8,75 juta unit kendaraan, Thailand sebanyak 250 ribu unit kendaraan, Vietnam sebanyak 100 ribu unit kendaraan, Malaysia 100 ribu unit kendaraan, dan India 55 ribu unit mobil listrik dan 1 juta unit sepeda motor listrik.

"Sementara Indonesia mencanangkan 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik pada 2035," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Keterangan Pers Tentang Investasi Baterai Listrik LG Energy Solution, Rabu (30/12/2020).

Dia menjelaskan, target ini dibuat karena 80 persen bahan baku kendaraan listrik ada di Indonesia dan sejalan dengan upaya menekan emisi gas rumah kaca. Material utama baterai yang saat ini digunakan dalam industri kendaraan listrik yaitu MNC811 atau nikel. Hal ini sejalan dengan jumlah cadangan nikel di tanah air yang melimpah ruah.

"Negara kita kaya cadangan nikel terbesar di dunia, 25 persen total cadangan dunia ada di Indonesia," kata dia.

1 dari 1 Halaman

Untuk itu pemerintah saat ini konsen dan bersemangat untuk membuat pabrik kendaraan listrik dari hulu ke hilir di dalam negeri. Bekerja sama dengan 4 BUMN yakni PT MAiN ID, PT Aneka Tambang, PT PLN Persero, PT Pertamina, Hyundai dan LG Grup.

Bahlil mengatakan industri baterai di dunia sangat berpotensi. Diperkirakan pertumbuhannya hingga 4 kali lipat menjadi 1,3 terawatt hour (twh) dari saat ini. Sebab, 40-50 persen komponen mobil listrik merupakan baterai.

Ke depan hampir semua negara akan beralih menggunakan kendaraan listrik. Setidaknya mereka akan mengurangi 15 persen sampai 100 persen penggunaan mobil berbahan bakar fosil. "Hampir semua negara mengurangi konsumsi bahan bakar dan meningkatkan penggunaan mobil listrik 15-100 persen dari tola mobil yang beredar," jelasnya.

Saat ini negara-negara di dunia telah mencanangkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan pengurangan emisi karbondioksida (CO2) dan pencanangan penerapan kendaraan listrik sebanyak 15-100 persen dari total kendaraan yang beredar. "Diperkirakan pada tahun 2040 terdapat 49 juta unit kendaraan listrik (electric vehicle) atau sekitar 50 persen dari total permintaan otomotif dunia," katanya.

Penulis: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR