HOME » BERITA » INDONESIA HARUSNYA PUNYA MOTOR BEBEK LISTRIK

Indonesia Harusnya Punya Motor Bebek Listrik

Selasa, 08 Maret 2016 08:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Ilustrasi Honda EV-Cub by Honda

OTOSIA.COM - Penjualan sepeda motor yang berkutat di angka 7 juta unit dengan sangat jelas menunjukkan peran kendaraan bermotor jenis itu sebagai alat transportasi andalan.

Namun, tidak dipungkiri pula, penggunaan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi darat, termasuk sepeda motor, menimbulkan bahan bakar.

"Sepeda motor merupakan transportasi utama di indonesia. Kami beruntung produk motor kami banyak diterima oleh masyrakat. Namun, Indonesia dihadapkan (juga) pada polusi udara yang serius dan kemacetan parah di kota-kota besar (pemborosan BBM). Tentu saja, pencarian solusi atas hal ini bersifat vital," kata Fumihiko Ike, Chairman Honda Motor Co., Ltd.

Pimpinan Honda pusat ini berkesempatan datang ke Indonesia, tepatnya di Depok, Universitas Indonesia, dalam diskusi Potential of Electric Vehicle as an Alternative Mobility Solution.


Terkait solusi itu, ia pun menyebut eletrifikasi pada moda sarana transportasi menjadi hal penting. Bersinambung dengan hal tersebut, Honda saat menggunakan selogan "Blue Skies For Our Children" di seluruh dunia.

Usaha pengembangan elektrifikasi sepeda motor Honda sendiri seperti disampaikannya sudah berlangsung selama 25 tahun.

"Masih ada banyak kendala, berat baterai, jarak tempuh dan harga. Namun, Smart Mobility City menampilkan baterai ringkas dan inovatif. kami percaya, modul baterai protabel yang dapat menyimpan energi terbarukan secara ringkas dapat memotong waktu pengisian. Jika habis bisa langsung diganti, lalu yang habis di-charge."

Ia menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya terbatas untuk sepeda motor serta mobil. Baterai bisa dicopot dari kendaraan dan digunakan untuk kebutuhan lain, seperti untuk kebutuhan rumah tangga.

Honda sendiri saat ini sudah bekerja sama dengan Pulau Marshall untuk penerapan kendaraan listrik.

"Indonesia harusnya juga bisa, sebagai negara kepulauan," ujarnya.

(kpl/why/fid/sdi)

BERI KOMENTAR