HOME » BERITA » INDONESIA RAWAN BENCANA ALAM, INI PENTINGNYA PERLUASAN JAMINAN ASURANSI

Indonesia Rawan Bencana Alam, Ini Pentingnya Perluasan Jaminan Asuransi

Perluasan jaminan asuransi kendaraan menjadi penting di negara yang rawan bencana alam seperti Indonesia, sehingga mengurangi beban biaya perbaikan.

Selasa, 09 Februari 2021 17:45 Editor : Nazarudin Ray
Indonesia Rawan Bencana Alam, Ini Pentingnya Perluasan Jaminan Asuransi
Potret mobil korban gempa Palu 2018 lalu (Liputan6.com/Fery Pradolo)

OTOSIA.COM - Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia dilanda bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tanah longsor, angin puting beliung hingga banjir bandang. Kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam banjir, gempa ataupun jenis bencana lainnya tentu merugikan pemilik kendaraan.

Kendati cuma rusak tidak terlalu parah, tetap saja pemilik kendaraan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perbaikan. Beban tersebut akan terasa berkurang jika pemilik kendaraan mengasuransikan kendaraannya.

Namun kendaraan yang rusak akibat bencana alam belum tentu ditanggung pihak arusansi tanpa perluasan jaminan. Ketelitian dalam memilih polis asuransi sangat diperlukan supaya kendaraan aman terlindungi dalam berbagai situasi bencana.

"Para pemilik polis standar harus melakukan perluasan jaminan terhadap dampak bencana alam. Hal ini dilakukan supaya bisa mendapat ganti rugi apabila kendaraan terkena dampak bencana alam," terang SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra, L Iwan Pranoto.

1 dari 1 Halaman

Menurut Iwan, perluasan polis meliputi jaminan kerusakan karena kerusuhan, huru-hara, banjir, angin topan, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan tanah longsor. Tidak hanya itu, pemilik polis juga dapat melakukan perluasan perlindungan lain mulai dari kecelakaan diri, kecelakaan penumpang, serta terorisme atau sabotase.

Lebih jauh dijelaskan, pemilik polis asuransi standar tanpa perluasan jaminan tidak bisa mendapatkan ganti rugi karena bencana alam.

Penjelasan ini tertuang di Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 3 yang mengatakan kalau asuransi tidak akan mengganti serta menjamin kerugian, kerusakan, biaya atas kendaraan bermotor yang disebabkan oleh: 3.2. gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor atau gejala geologi atau meteorologi lainnya.

"Merujuk dari hal ini, sebaiknya yang memiliki polis standar dapat melakukan perluasan jaminan polis standar," imbuhnya.

Jika sudah melakukan perluasan, kendaraan sudah terkena dampak bencana alam dan sebaiknya segera melaporkan kerusakannya. Pemilik kendaraan memilki waktu lima hari dari waktu kejadian untuk melaporkan kerusakan.

BERI KOMENTAR