HOME » BERITA » INI 3 TUNTUTAN PEMOTOR YANG TERKENA SENAR LAYANGAN SAAT BERKENDARA

Ini 3 Tuntutan Pemotor yang Terkena Senar Layangan Saat Berkendara

Agar kejadian senar layangan nyangkut di leher tidak terulang lagi, pengendara motor ini ajukan 3 tuntutan

Senin, 07 September 2020 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ini 3 Tuntutan Pemotor yang Terkena Senar Layangan Saat Berkendara
Bermain Layang-Layang di Kuburan. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

OTOSIA.COM - Bermain layangan memang menyenangkan. Biasanya anak-anak akan memainkannya menjelang petang atau di sore hari. Tempat-tempat luas seperti lapangan dan sawah menjadi tempat favorit para bocah saat bermain layangan.

Namun, semakin minimnya tanah lapang membuat mereka bermain layangan di manapun mereka suka. Terkadang, senar layangan yang putus itu mengganggu orang lain yang sedang jalan. Karena talinya yang tipis, sulit untuk mengetahui keberadaan senar layangan yang tercecer di jalan.

Inilah yang menimpa seorang pengendara motor di Jogja. Saat melewati kawasan Flyover Jombor, lehernya terkena senar layangan. Lalu dia menarik senar layangan itu dengan tangannya yang terbungkus sarung tangan.

Karena goresan senar layangan tersebut, pengendara tadi sampai mengalami luka gores di leher dan sarung tangannya pun sampai robek.

1 dari 4 Halaman

Kronologi Kejadian

2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Dilansir Merdeka.com dari akun Instagram @infocegatan_jogja, kejadian itu bermula saat pengendara motor itu mengendarai motor dari arah timur menuju ke utara melalui Flyover Jombor pada Rabu (26/8) pukul 05.00 WIB sore. Saat melewati jembatan layang itu, lehernya tersangkut senar layangan.

Secara reflek dia menarik senar layangan itu menggunakan tangan kirinya yang terbungkus sarung tangan. Sarung tangannya sampai robek karena terkena senar layangan itu. Tak hanya itu, lehernya juga terkena goresan sedikit. Untungnya, senar itu tidak sampai merobek kulit lehernya.

2 dari 4 Halaman

Imbauan untuk Pemain Layangan

2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Setelah mengalami kejadian tersebut, pengendara motor itu langsung memberi konfirmasi lewat akun Instagram @infocegatan_jogja. Dia berharap agar para pemain layangan bisa lebih bijak lagi dalam menentukan tempat bermain.

?Semoga para pemain layangan aduan senantiasa mempertimbangkan hal-hal yang menimbulkan potensi bahaya. Pertimbangkanlah tempat bermainnya terutamanya. Carilah tempat-tempat yang lapang dan jika layangannya putus, senar gelasnya tidak jatuh ke jalan yang ramai dilalui pengendara,? tulisnya pada akun @infocegatan_jogja.

3 dari 4 Halaman

Ajukan Tiga Tuntutan

2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Tak hanya itu, pengendara motor itu juga mengajukan tiga tuntutan kepada pihak berwenang mengenai aturan bermain layangan. Tiga tuntutan itu adalah sebagai berikut.

Pertama, warna senar layangan haruslah cerah seperti hijau stabilo, orange, ataupun kuning agar lebih mudah terlihat mata.

Kedua, kekuatan tarik dan ketebalan senar layangan harus ditentukan, tujuannya agar kalau menyangkut di pengendara bisa mudah putus.

Ketiga, aturan tempat main layangan khususnya layangan aduan juga ditentukan.

4 dari 4 Halaman

Tetap Lestarikan Bermain Layangan

2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Meski mempunyai pengalaman buruk dengan senar layangan, pengendara tersebut tetap mengajak masyarakat untuk melestarikan permainan itu. Selain itu, ia juga mengingatkan agar pengrajin layangan tetap memerhatikan aspek keselamatannya.

?Semoga semuanya tetap berhati-hati dan sama-sama tahu serta saling menghormati. Saya pun penggemar dan penghobi layangan hias. Salam pelayang, Suwun,? tulis pengendara motor itu di akun Instagram @infocegatan_jogja pada Sabtu (31/8).

BERI KOMENTAR