HOME » BERITA » INI 5 DAMPAK BURUK SISTEM TRANSPORTASI DAN KONDISI TROTOAR DI INDONESIA

Ini 5 Dampak Buruk Sistem Transportasi dan Kondisi Trotoar di Indonesia

Kondisi transportasi di Indonesia buruk, ini dampak buruknya

Kamis, 19 November 2020 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ini 5 Dampak Buruk Sistem Transportasi dan Kondisi Trotoar di Indonesia
Indonesia dipastikan mengalami resesi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

OTOSIA.COM - Kondisi transportasi di Indonesia terutama kota-kota besar masih buruk. Apalagi kondisi ini diperburuk karena trotoar tidak hanya untuk pejalan kaki, tetapi juga pedagang. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.

"Saya kira kita tahu semuanya karena kondisi di Indonesia terkait masalah transportasinya, dan masalah perilaku masyarakatnya, adanya kesemrawutan dan juga tidak nyaman bagi masyarakat kalau akan menggunakan sarana transportasi di perkotaan," kata Budi dalam Busworld SouthEast Asia Webinar Series Session 1, Rabu (18/11).

Imbasnya terjadi inefisiensi baik pada jalan maupun pada jalur pedestriannya. "Perilaku kita masih seperti ini semakin lama dampak ini akan semakin besar kerugiannya baik bagi perorangan maupun bagi negara," ujarnya.

1 dari 3 Halaman

Dampak yang pertama yaitu pemborosan BBM imbas kemacetan sehingga berakibat pada pengeluaran masyarakat serta nilai impor BBM yang dilakukan pemerintah. Kedua, masalah waktu. Waktu masyarakat terbuang di perjalanan karena macet.

"Bagaimana sekarang dengan kemacetan yang terjadi di kota-kota besar di Jakarta kita untuk menuju ke suatu tempat saja harus mencari jalan yang tidak macet atau kemudian dampaknya waktu kita menjadi lama," jelas Budi.

2 dari 3 Halaman

Dampak ketiga adalah kerugian ekonomi, yang dihasilkan dari segala aspek buruk yang ditimbulkan dari kemacetan. "Tentu semua orang memiliki pekerjaan atau bisnis yang menuntut agar cepat sampai tujuan, namun gara-gara macet menyebabkan kerugian ekonomi."

Keempat adalah dampak buruk terhadap lingkungan lantaran transportasi penyumbang terbesar kedua emisi karbon di Indonesia. Lantaran di Indonesia banyak kendaraan bermotor, ditambah minimnya upaya untuk mengganti kendaraan menjadi ramah lingkungan.

"Saya kira lingkungan kita semakin lama akan semakin rusak karena 70 persen sebelum covid-19 Jakarta juga polusi udara karena gas kendaraan bermotor. Padahal kita tahu semuanya dampak dari lingkungan yang tidak baik adalah kesehatan dan juga daya tahan dari lingkungan untuk anak cucu kita," jelasnya.

3 dari 3 Halaman

Kemudian dampak buruk kelima adalah angka kecelakaan lalu lintas. Di Indonesia tercatat ada 74 persen kecelakaan lalu lintas yang terjadi baik dari kendaraan bermotor roda dua atau empat.

"Dengan kesemrawutan seperti ini menimbulkan dampak masyarakat yang mungkin tidak sabar dengan kecepatan tinggi dan sebagainya termasuk juga yang sering saya amati sekarang ini adalah konflik antar masyarakat, dan konflik antar golongan karena di jalan raya," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR