HOME » BERITA » INI ALASAN SUZUKI TIDAK MAU BERMAIN DI PASAR MOTOR DUAL PURPOSE

Ini Alasan Suzuki Tidak Mau Bermain di Pasar Motor Dual Purpose

Bagaimana dengan Agen Pemegang Merek (APM) PT Suzuki Indomobil Sales (SIS)? Apakah pabrikan berlogo S itu tertarik dengan pasar motor trail?

Sabtu, 29 Februari 2020 16:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Alasan Suzuki Tidak Mau Bermain di Pasar Motor Dual Purpose
SuzukiDR200S (topspeed.com)

OTOSIA.COM - Selain model skuter matic dan motorsport, dual purpose adalah salah varian yang ikut meramaikan pasar sepeda motor di Tanah Air. Beberapa pabrikan motor di Indonesia seperti Kawasaki, Honda dan Yamaha serius menggarap pasar di kelas ini sejak beberapa tahun lalu.

PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sejak beberapa tahun silam telah sukses memasarkan Kawasaki KLX. Melihat pasar yang menjanjikan di model dual purpose ini, PT Astra Honda Motor (AHM) ikut mendulang keuntungan dengan melempar Honda CRF ke pasar. Bahkan awal tahun 2020 ini, AHM meluncurkan Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga tak tinggal diam untuk bermain di kelas motor hobi ini. Bahkan Yamaha telah memperkenalkan Yamaha WR155 bersamaan dengan 2 model lainnya yaitu NMax dan XSR.

1 dari 2 Halaman

Lalu, bagaimana dengan Agen Pemegang Merek (APM) PT Suzuki Indomobil Sales (SIS)? Apakah pabrikan berlogo S itu tertarik dengan pasar motor trail tersebut? Menurut Yohan Yahya, 2W Sales & Marketing Departement Head SIS memang hampir semua brand sudah masuk di dual propose.

?Sedangkan kita tahu dual propose marketnya masih terbatas dan ini menjadi salah satu pertimbangan buat kita. Bukannya kita tidak mau masuk di pasar yang telah didahului oleh 3 merek lain. Kita akan mereview tahun ini dan kita akan tetap memperhatikan kondisi atau market di dual porpose,? tambah Yohan Yahya.

2 dari 2 Halaman

Lebih lanjut Yohan mengatakan bahwa Suzuki akan fokus pada produk yang lebih dominan di Indonesia, seperti matik. Menurutnya, saat ini market matik naik terus dan Suzuki tidak tinggal diam.

?Kita masih terus mengamati apa yang akan terjadi dan tentunya kita akan berusaha masuk ke sini, hanya masalah waktu saja. Tahun 2020 ini kita melihat apakah pasar masih sama seperti tahun lalu. Jadi kita akan tetap berusaha mempertahankan market. Serta tentunya melakukan penyegaran produk baru yang nanti kita akan luncurkan,? tutup Yohan.

BERI KOMENTAR