HOME » BERITA » INI BUKTI TIDUR DI DALAM MOBIL DENGAN KONDISI MESIN DAN AC MENYALA BISA MEMATIKAN

Ini Bukti Tidur di Dalam Mobil dengan Kondisi Mesin dan AC Menyala Bisa Mematikan

Dua orang tewas dan dua orang kritis saat tertidur di dalam mobil dengan kondisi mesin dan AC menyala.

Jum'at, 18 September 2020 09:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ini Bukti Tidur di Dalam Mobil dengan Kondisi Mesin dan AC Menyala Bisa Mematikan
Tewas akibat tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC menyala (Penang Kini/World of Buzz)

OTOSIA.COM - Tertidur di dalam mobil tampak tak ada masalah. Tapi tertidur cukup lama dalam mobil dengan kondisi mesin dan AC yang menyala bisa berbahaya.

Kejadian merenggut nyawa akibat hal ini pun bukan sekali dua kali terjadi. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Dilansir dari Drive Spartk, orang yang tertidur di dalam mobil dengan mesin dan AC mobi menyala bisa mati lemas karena keracunan karbon monoksida. Ini terjadi lantaran udara yang sama didaur ulang di dalam mobil.

1 dari 4 Halaman

Ada juga kemungkinan asap knalpot memasuki mobil di mana kadar oksigen turun drastis. Lebih buruknya adalah karbon monoksida adalah gas yang tidak berbau, sehingga orang tidak menyadari sedang menghirup gas beracun tersebut.

Karbon monoksida bisa membunuh manusia karena mengurangi kemampuan darah untuk membawa oksigen ke sel darah dan setiap sel mati karena kekurangan oksigen. Beberapa orang beranggapan bahwa sedikit membuka jendela mobil bisa menolong.

2 dari 4 Halaman

Tapi pendapat itu hanya mencegah akumulasi karbon monoksida. Tak bisa sepenuhnya membantu karena hanya berfungsi sebagian.

Kasus kematian di dalam mobil akibat hal ini baru-baru ini terjadi di Malaysia. Setidaknya empat orang menjadi korban dalam insiden ini, dua orang tewas dan dua orang lainnya dalam kondisi kritis.

Dilansir dari World of Buzz, insiden tersebut terjadi pada 17 September 2020 pukul 01.40 waktu setempat di jalan raya Shell Samagagah PLUS arah utara. Dua orang yang tewas merupakan mahasiswi, yakni Sharifah Fariesha Syed Fathi (21) dan Ayuni Shazwanie Shabri (21).

 

3 dari 4 Halaman

Sharifah ditemukan tewas di lokasi kejadian, sedangnya Ayuni tewas di rumah sakit. Dua orang lainnya saat ini dirawat di rumah sakit di Lumut dan Kuala Lumpur.

District Police Chief Seberang Perai Tengah, Assistant Commissioner Sjafee Abd Samad mengatakan, insiden terjadi ketika empat sekawan itu berhenti untuk beristirahat di SPBU.

"Rekaman CCTV menunjukkan bahwa mobil Honda Odyssey yang mereka pakai berhenti dan diparkir di pom bensin pada pukul 20.30 waktu setempat. Mereka berempat keluar dari mobil untuk membeli makanan dan kembali ke mobil," katanya kepada Astro Awani.

4 dari 4 Halaman

Shafee mengungkapkan bahwa kejadian tersebut diketahui oleh ayah Ayuni yang menemukan mobil mereka di lokasi kejadian. Ayah Ayuni yang tinggal di Kedah pergi mencari putrinya yang tak pulang setelah terkahir kali mengirim pesan kepada ibunya pada pukul 21.15 waktu setempat.

Ayah Ayuni kemudian menemukan mobil putrinya di pom bensin. Dia terkejut saat mengetahui bahwa mesin mobil menyala tetapi mereka tidak sadarkan diri.

"Ayah korban kemudian menghubungi tenaga medis dan kasus tersebut diklasifikasikan sebagai kematian mendadak," lanjut Shafee.

Keempat korban berasal dari Sungai Petani dan Gurun. Keempatnya tengah dalam perjalanan pulang usai berlibur di Pulau Jerejak, Penang, pada 16 September 2020.

BERI KOMENTAR