HOME » BERITA » PAHAMI TANDA-TANDA OLI SHOCK SEPEDA MOTOR HARUS DIGANTI

Pahami Tanda-tanda Oli Shock Sepeda Motor Harus Diganti

Untuk mengetahui kualitas oli shock depan sepeda motor menurun dapat diketahui dari tekanan dan daya dorong ke atas. Makin cepat tendangan balik, pertanda oli shock perlu diganti.

Minggu, 08 Agustus 2021 10:15 Editor : Nazarudin Ray
Pahami Tanda-tanda Oli Shock Sepeda Motor Harus Diganti
Ilustrasi mengganti oli shock (Astra Motor Jateng)

OTOSIA.COM - Perlu keterampilan untuk mengendalikan sepeda motor agar tetap stabil dan mudah diarahkan. Ini penting ketika akan berbelok atau bermanuver cepat.

Sebagai pusat kendali speda motor, fungsi stang tidak terlepas dari dukungan suspensi. Antara stang dan roda, terdapat sistem suspensi yang berfungsi untuk meredam gerakan naik turun yang dihasilkan roda depan saat melintas pada berbagai macam permukaan jalan.

Sistem suspensi terdiri dari peredam kejut yang harus memiliki kemampuan compression dan rebound. Compression berfungsi menyerap tekanan atau gaya ke arah atas shock yang diterima roda depan saat melintasi permukaan gundukan jalan.

1 dari 4 Halaman

Sedangkan rebound bertugas memperlambat tekanan balik atau gaya ke arah bawah shock yang dihasilkan pegas ulir setelah menerima kompresi tadi.

Compression menggunakan pegas ulir sebagai komponen utama yang bekerja menerima atau menyerap tekanan dan rebound menggunakan orifice atau semacam lubang di suling. Ini berfungsi mengatur kecepatan aliran oli.

"Karena oli melalui orifice, maka kerja rebound sangat ditentukan oleh kekentalan dan kuantitas oli didalam shock," kata Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto.

2 dari 4 Halaman

Lebih jauh dijelaskan, oli shock depan lebih cepat turun kualitasnya seiring frekuensi pemakaian. Semakin sering melewati jalan yang rusak atau tidak rata, maka oli akan bekerja semakin keras.

Ada berbagai macam fungsi dari oli shock yang diketahui, yaitu mampu memberikan pelumasan antara poros shock dan tabung, memiliki sifat tahan panas karena bekerja diarea gesekan, mampu menerima tekanan, mampu menghindari korosi, dan menghindari adanya gelembung udara dalam oli.

"Kualitas oli shock yang menurun, membuat komponen lain akan lebih cepat aus, maka suku cadang yang harus diganti akan makin banyak," terangnya.

3 dari 4 Halaman

Menurut Oke, cara mudah mengetahui oli shock harus diganti adalah dengan memeriksa kemampuan tendangan balik shock.

"Saat motor berhenti ditopang kedua kaki kita, berdirilah, dan kunci roda depan menggunakan rem depan, kemudian gunakan stang untuk menekan shock depan secara berulang. Makin cepat tendangan balik yang diberikan, maka oli shock perlu segera diganti," imbuhnya.

 

4 dari 4 Halaman

Tendangan balik yang cepat akan menyebabkan stang akan mudah mengayun atau mantul sehingga gelombang ayunan dan pantulan tidak diserap. Dalam kondisi seperti ini mengendarai sepeda motor menjadi tidak nyaman.

Oke menyarankan untuk secara periodik mengganti oli peredam kejut. Anjuran pabrikan adalah 20.000 km atau 2 tahun, bergantung kelipatan mana yang lebih dahulu tercapai.

"Stang sangat vital untuk pengendalian, selalu memperhatikan kondisi motor. Pemakaian keseharian sangat berpengaruh terhadap oli shock. Makin sering melewati jalan tidak rata, bergelombang, berlubang maka kualitas oli makin cepat turun," tuntasnya.

BERI KOMENTAR