HOME » BERITA » INI DAMPAK BURUK KEBIASAAN DUA JARI STAND BY DI TUAS REM

Ini Dampak Buruk Kebiasaan Dua Jari Stand By di Tuas Rem

Menaruh dua jari pada rem, dikhawatirkan sebabkan pengereman tidak efektif saat mengerem mendadak karena reflek hanya gunakan dua jari.

Selasa, 25 Februari 2020 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Dampak Buruk Kebiasaan Dua Jari Stand By di Tuas Rem
Jari di tuas rem (Istimewa)

OTOSIA.COM - Sepeda motor merupakan alat transportasi favorit sebagian masyarakat Indonesia. Di kota-kota besar yang padat, sepeda motor sangat diandalkan untuk menembus kemacetan. Hanya saja, tidak sedikit pengendara motor yang secara sadar atau tidak, punya kebiasaan salah saat berkendara.

Contoh kecil kebiasaan salah adalah menaruh dua jari pada rem, sehingga dikhawatirkan pengereman tidak efektif saat mengerem mendadak karena reflek menggunakan hanya dua jari.

"Tanpa disadari, kesalahan-kesalahan tersebut dapat memicu ketidaknyamanan dalam berkendara bahkan keadaan paling buruknya adalah dapat menyebabkan kecelakaan," buka Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora saat memberikan training safety riding kepada jurnalis di bandung belum lama berselang.

1 dari 3 Halaman

Menurut Ludhy, paling sering kebiasaan yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor adalah penggunaan dua jari yang stand by di tuas rem depan dan belakang pada motor matic, dan di tuas rem depan dan tuas kopling pada motor sport atau cub.

Akibatnya pengereman menjadi tidak maksimal karena cengkraman jari kita terhadap tuas rem menjadi lebih lemah.

?Diwajibkan untuk menggunakan empat jari dalam melakukan pengereman, dikarenakan apabila kita menggunakan 4 jari tuas rem akan tercengkram lebih baik sehingga pengereman dapat lebih maksimal,? ujar Ludhy.

2 dari 3 Halaman

Contoh lainnya, ketika dalam kecepatan tinggi dan tiba-tiba ada sesuatu yang berbahaya di depan mata, jika menggunakan dua jari maka pemotor tidak sempat untuk menurunkan gas. Yang terjadi secara reflek pengendara akan langsung melakukan pengereman namun tuas gas belum tertutup secara sempurna sehingga dapat mengakibatkan ban depan terkunci dan membuat jatuh pada pengendara.

Dampak buruk lainnya, penggunaan dua jari dengan posisi stand by pada saat berkendara menyebabkan rasa pegal pada otot jari dan otot pergelangan tangan. Apabila pengendara berkendara dengan jarak jauh, hal tersebut dapat membuat otot kita menjadi tegang dikarenakan otot jari yang terus-terusan berkontraksi sehingga menyebabkan menjadi lelah dalam berkendara dan tidak nyaman saat berkendara.

3 dari 3 Halaman

Mengerem Gunakan Dua Jari Saat...

Penggunaan dua jari ketika berkendara hanya dilakukan di ajang balap motor saja, sebab penggunaan rem tersebut bertujuan untuk mengurangi kecepatan motor saja tanpa mengurangi akselerasi dari motor tersebut. ?Bila digunakan dalam kehidupan sehari-hari ketika sedang berkendara di jalan raya akan sangat berbahaya,? imbuh Ludhy.

Penggunaan jari yang benar saat melakukan pengereman yaitu menggunakan empat jari sehingga dapat memaksimalkan proses pengereman. Selain itu penggunaan rem depan dan belakang harus digunakan untuk menjaga keseimbangan dalam melakukan pengereman.

?Cengkraman empat jari tentu akan lebih kuat di bandingkan dengan menggunakan dua jari saja,? kata Ludhy.

Karena itu biasakan tangan kita untuk selalu mengepal pada handle stang kemudi. "Hal tersebut akan membuat kita menjadi lebih nyaman dalam berkendara dan memudahkan kita untuk mengontrol laju kendaraan," tutupnya.

BERI KOMENTAR