HOME » BERITA » INI DAMPAK BURUK MOBIL DIPAKSA MENYALA SAAT AKI SOAK

Ini Dampak Buruk Mobil Dipaksa Menyala Saat Aki Soak

Mobil dipaksa untuk menyala karena aki lemah dapat merusak program ECU dan kontrol elektronik sistem kendaraan akan menjadi locked.

Selasa, 14 Juli 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Ini Dampak Buruk Mobil Dipaksa Menyala Saat Aki Soak
Ilustrasi sistem kelistrikan Peugeot (Istimewa)

OTOSIA.COM - Menyalakan mesin adalah salah satu cara dalam merawat kendaraan. Tapi bagaimana jika mesin sulit dihidupkan? Jangan terus dipaksa untuk menyala, karena boleh jadi ada masalah pada mesin.

Penyebabnya sangat mungkin karena kekurangan suplai bahan bakar, udara atau kendala di komponen pengapian.

"Namun kalau gejalanya disebabkan oleh aki yang tekor atau soak, sebaiknya pemilik mobil Eropa khususnya Peugeot semua tipe jangan memaksa menghidupkan mesin. Karena jika dipaksa akan muncul masalah pada sistem elektronik kendaraan," buka Samsudin, Aftersales Support Astra Peugeot.

Samsudin mencontohkan. Untuk mobil Peugeot misalnya, baterai terbagi 3 jenis yakni tipe L1 390 Ampere, tipe L2 480 Ampere dan tipe L3 720 Ampere. Mekanisme kerjanya 42 ampere/jam untuk L1, 60 Ampere/jam pada L2 dan terakhir, L3 hingga 70 Ampere/jam.

1 dari 3 Halaman

"Secara umum baterai yang digunakan adalah type L2 karena sudah mampu mengakomodasi kebutuhan kelistrikan pada kendaraan," terangnya.

Jika ada penambahan daya di luar itu akan mmembuat pasokan listrik menjadi ekstra. Sebagai contoh, penambahan sistem audio hingga lampu-lampu yang membutuhkan daya ekstra, jelas menyedot sumber kelistrikan yang ada.

?Sebaiknya untuk penambahan audio atau lampu-lampu atau perlengkapan lainnya, bisa dikonsultasi ke bengkel resmi untuk bisa mengatasi masalah kelistrikan mobil. Bila tidak, hal ini bisa menggugurkan garansi mobil,? ungkapnya.

2 dari 3 Halaman

Menurutnya, jika ada masalah aki, sebaiknya jangan lakukan cranking mesin atau engine starter lebih dari 3 kali. Hal itu akan menimbulkan masalah pada sistem elektronik kendaraan. Risiko terparah adalah program pada ECU dan BSI (Built-in System Interface) atau kontrol elektronik sistem kendaraan akan menjadi locked.

Bisa jadi kelistrikan tidak stabil akibat kemampuan komponen internal pada aki yang bertugas menyimpan energi listrik (hasil kerja Altenator) sudah tidak maksimal.

3 dari 3 Halaman

Pasalnya aki berfungsi menyimpan dan mengalirkan arus listrik sesuai kebutuhan komponen yang akan difungsikan. Jika kondisi aki mulai tidak stabil, begitu engine off setelah mobil dijalankan, maka tegangan yang tersimpan tidak akan ideal lagi.

"Saat hendak dinyalakan atau engine on, biasanya mesin mobil jadi susah atau malah tidak mau hidup. Untuk menyalakan mesin mobil, memang butuh tegangan dan arus listrik sangat besar. Salah satu indikasinya suara dinamo starter terdengar lemah," paparnya.

Sebenarnya gejala mobil tidak mau hidup mudah dirasakan. Aki seperti kurang setrum. Jika aki kurang daya karena usia pemakaian, sedangkan kurang setrum bisa disebabkan energi terbuang saat mesin tidak hidup atau terjadi kendala pada komponen pengisian aki (Altenator).

 

 

BERI KOMENTAR