HOME » BERITA » BERBAGAI DRAMA RECALL KENDARAAN YANG TIDAK BANYAK DIKETAHUI

Berbagai Drama Recall Kendaraan yang Tidak Banyak Diketahui

Recall memang memusingkan produsen mobil. Namun dibalik recall sebuah kendaraan bermotor, tidak jarang memunculkan drama.

Rabu, 09 September 2020 18:15 Editor : Nazarudin Ray
Berbagai Drama Recall Kendaraan yang Tidak Banyak Diketahui
Ilustrasi Toyota pernah merecall Fortuner pada Agustus lalu (Istimewa)

OTOSIA.COM - Recall sebuah kendaraan bermotor tidak jarang memunculkan drama. Mulai dari masalah hukum melibatkan konsumen langsung hingga keputusan yang memusingkan soal penggantian yang mesti diberikan.

Pengamat otomotif Bebin Djuana, yang juga mantan petinggi di PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Hyundai Mobil Indonesia, berkisah soal bagaimana pihaknya menghadapi momen-momen terkait kampanye perbaikan ini.

1 dari 4 Halaman

"Kasus misalnya mobil terbakar. Lalu ada pertanyaan, mobil kok gampang banget terbakar. Sekritikal apa bahwa kecelakaan ini menyebakan kebakaran? Di sini pihak produsen berhak mengajukan argumentasi. Produknya kah yang bermasalah, komponennya, atau kecelakaan bisa menyebabkan kejadian seperti itu?" ujarnya pada Oto Talks! Live Instagram Otosia.com, Senin malam (7/9/2020).

Pusingnya menentukan komponen yang harus diganti cuma-cuma dalam program recall pun bukan sesuatu yang mudah. Perlu dipahami, komponen sebuah kendaraan saling berkait satu sama lain.

 

2 dari 4 Halaman

"Kalau misalnya kaliper bermasalah, kaliper bergelombang. Kalau kasusnya seperti itu, sampai mana tanggung jawab kepada konsumen? Apakah hanya ganti kaliper. Atau rotor rusak dan diganti?"

Lucunya, selain kepusingan terhadap penentuan komponen yang mesti diganti, tidak jarang konsumen pun menjadi PR tersendiri.

"Saya katakan kalau misalnya konsumen model dikomporin itu kan rusak gara-gara ini minta ganti saja. Terus terang banyak seninya, menghadapi konsumen aneh-aneh," ujarnya.

 

3 dari 4 Halaman

Apa pun yang dilakukan akan menyangkut brand image. Dalam hal ini, keberpihakan tidak bisa berat sebelah, baik kepada konsumen, agen pemegang merek, maupun prinsipal.

"Kita tanggung jawabnya di tengah-tengah. Posisi ATPM juga harus dijaga, jangan sampai dipermainkan konsumen. Coba misalnya konsumen tiba-tiba datang bawa pengacara," kata dia.

 

4 dari 4 Halaman

Investigasi pun dilakukan dalam penggantian komponen. Urusan ini tidak serta-merta hanya mengandalkan pihak yang berhubungan dengan teknis kendaraan.

"Akhirnya kalau di kami ya, case by case. Jadi didiskusikan antara marketing dan servis, tidak keputusan satu departemen. Jadi ketika misalnya kita lihat rotor jadi korban karena malafungsi kaliper, maka diberikanlah goodwill rotornya include kaliper," sebutnya lagi.

BERI KOMENTAR