HOME » BERITA » INI FAKTA MENARIK DI BALIK LONJAKAN PEMUDIK DI BEKASI HINGGA PENYEKATAN JEBOL

Ini Fakta Menarik di Balik Lonjakan Pemudik di Bekasi hingga Penyekatan Jebol

Lonjakan pemudik terjadi di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Berikut ini fakta-faktanya

Selasa, 11 Mei 2021 12:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Fakta Menarik di Balik Lonjakan Pemudik di Bekasi hingga Penyekatan Jebol
Pemudik motor saat lawan arus di Jalan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi (Liputan6.com/Herman Zakharia)

OTOSIA.COM - Di tahun lalu 2020, pemerintah melarang mudik Lebaran. Aturan ini menyusul merebaknya pandemi COVID-19 di Indonesia. Sehingga perlu adanya aturan larangan mudik agar penyebaran tak meluas.

Sama seperti tahun lalu, tahun ini pun pemerintah juga melarang mudik. Meski ada larangan tegas terkait mudik, hal ini tetap tidak menyurutkan antusias masyarakat. Salah satunya terjadi di titik penyekatan mudik di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat.

1 dari 4 Halaman

Telah terjadi lonjakan arus mudik pada Minggu 9 Mei 2021 dini hari kemarin. Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan telah terjadi penumpukan kendaraan hingga 5 KM.

Mengingat potensi penyebaran virus Corona akibat timbul kerumunan, penyekatan pun dibuka.

"Memang dibuka ini karena sudah terlalu padat, antrean juga sudah hampir 5 kilometer, baik antrean motor maupun antrean mobil," ujar Hendra saat dikonfirmasi awak media, Senin, 10 Mei 2021.

Berikut sejumlah fakta menarik di balik lonjakan arus mudik di Bekasi hingga 5 KM dihimpun Liputan6.com:

2 dari 4 Halaman

1. Antrean Terlalu Padat, Akhirnya Penyekatan Dibuka

(Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan membenarkan membuka penyekatan mudik di Kedungwaringin, Bekasi pada Minggu 9 Mei 2021 waktu dini hari.

Menurut dia, ini dilakukan karena terjadi penumpukan kendaraan hingga 5 kilometer. Dia menuturkan, antrean pemeriksaan dokumen di Kedungwaringin sudah tidak kondusif.

Kebijakan melepas mereka yang hendak mudik dinyatakan Hendra sebagai diskresi agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi penyebaran virus Covid-19.

"Memang dibuka karena sudah terlalu padat, antrean juga sudah hampir 5 kilometer, baik antrean motor maupun antrean mobil. Ini dinamika supaya juga tidak terlalu berkerumun dan ini juga berpotensi kalau terlalu banyak berkerumun berpotensi jadi penyebaran penyakit," Hendra menandasi.

3 dari 4 Halaman

2. Titik Penyekatan Dirapatkan, Menjadi Setiap 3 KM

(Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut berulang, pihaknya bersama TNI dan pemda setempat akan menambah anggota bertugas di lapangan.

"Bersama TNI dan juga pemerintahan daerah, karena yang dikedepankan di sini kan harus sama sama dari pemerintahan daerah. Kami membantu, kita perkuat, menambah kekuatan di perbatasan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin, 10 Mei kemarin.

Selain menambah personel, lanjut Yusri, polisi juga mengantisipasi dengan cara menambah titik sekat mudik.

Menurut dia, kerapatan titik sekat akan semakin mempesempit ruang gerak pemudik dan melerai antrean saat pemeriksaan dokumen kelayakan.

"Kita akan rapatkan kita akan tambah kekuatan. Tambah personel tambah penyekatan. Jadi tiap masuk tiap 3 Km nanti ada penyekatan atau per 5 Km ada penyekatan sampai nanti kembali," jelas Yusri.

4 dari 4 Halaman

3. Pemudik Akan Dicegat di Kerawang

(Liputan6.com/Herman Zakharia)

Usai dibiarkan lolos penyekatan pemeriksaan dokumen pelengkapan pemudik di Kedungwaringin, Bekasi Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menegaskan mereka akan kembali dicegat di Karawang.

"Kita koordinasi dengan Karawang, Purwakarta Subang, Cirebon, daerah penyekatan lain untuk melakukan penyekatan kembali," ujar Hendra saat dikonfirmasi awak media, Senin, 10 Mei.

Ia pun memastikan bahwa pemudik yang lolos di Bekasi tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka tetap diputar balik jika tidak membawa dokumen lengkap syarat mudik.

"Jadi tidak berarti kita lepas di sini, di sana tidak disekat ya," jelas dia.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR