HOME » BERITA » INI HASIL PEMETAAN POLUSI YANG DILAKUKAN GOOGLE MENGGUNAKAN MOBIL STREET VIEW

Ini Hasil Pemetaan Polusi yang Dilakukan Google Menggunakan Mobil Street View

Google dan Aclima akhirnya berhasil melakukan pengukuran polusi menggunakan mobil Google Street View yang dilengkapi dengan sensor milik Aclima

Rabu, 01 Juli 2020 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Hasil Pemetaan Polusi yang Dilakukan Google Menggunakan Mobil Street View
Ilustrasi Mobil Google Streetview. ©2019 Future Five New Zealand

OTOSIA.COM - Google kini miliki cara baru untuk perangi perubahan iklim dan bersihkan udara dari polusi. Lantaran Google telah bekerja sama dengan perusahaan pemetaan polusi udara Aclima.

Melansir Merdeka.com dari Engadget, Google dan Aclima akhirnya berhasil melakukan pengukuran polusi menggunakan mobil Google Street View yang dilengkapi dengan sensor milik Aclima.

Hal ini dilakukan di negara bagian California di AS, dan data kualitas udara beserta perubahannya dikumpulkan secara mendetil hingga blok ke blok.

Data ini mencakup lebih dari 42 juta pengukuran soal kabut asap, jelaga, karbon hitam, nitrogen oksida, karbon dioksida, dan metana. Hal paling penting adalah kemampuan untuk zoom in ke satu jalan ke jalan lainnya, sehingga terlihat dari mana polusi berasal dan siapa yang paling terpengaruh polusi ini.

Namun tetap ada satu kendala dan masih belum bisa dicapai, yakni memotret gambar dari kualitas udara secara mendetail hingga ke piksel. Hingga kini belum ada teknologi yang bisa melakukan tugas itu.

1 dari 2 Halaman

Proyek ini dihelat Google dan Aclima sejak 2015 lalu. Aclima mengembangkan sensor udara yang lebih kecil agar dapat dipasangkan di armada kendaraan Street View. Teknologi ini diberi nama "roving sensor network."

Akhirnya, kendaraan Street View ini berjalan berulang kali di jalanan kota di California, untuk memetakan tingkat polusi per lokasinya, hingga saat ini.

Ilmuwan sendiri membutuhkan data semacam ini untuk diserahkan ke pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Kualitas udara dan emisi gas rumah kaca di skala kota dan negara, akan membuat kebijakan yang diharapkan dapat mengurangi perubahan iklim.

2 dari 2 Halaman

Data Polusi

Data menunjukkan bahwa orang yang tinggal di daerah dengan kemiskinan tinggi, atau terdapat kesenjangan perumahan serta segregasi, kualitas udara dan polusinya lebih tinggi. Selain itu, dampak negatif yang menyertai penduduknya pun lebih tinggi.

Berdasarkan data terungkap bahwa hal tersebut juga berpengaruh ke demografi penduduk. Seperti yang terjadi di kota Oakland, karena kualitas udara cukup buruk, maka orang lanjut usia memiliki risiko tinggi terhadap masalah kardiovaskular.

BERI KOMENTAR