HOME » BERITA » INI HASIL PENJUALAN DAIHATSU DI TENGAH PANDEMI CORONA

Ini Hasil Penjualan Daihatsu di Tengah Pandemi Corona

Meski dibayang-bayangi penyebaran virus corona, penjualan retail Daihatsu pada kuatral pertama 2020 mencapai 39.186 unit

Rabu, 15 April 2020 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Ini Hasil Penjualan Daihatsu di Tengah Pandemi Corona
Daihatsu Sigra menjadi model terlaris Daihatsu (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pandemi corona di dunia memberikan pukulan telak bagi industri otomotif global, termasuk di Indonesia. Beberapa pabrik otomotif nasional terpaksa mengurangi hingga menghentikan kegiatan produksi pabrik mereka untuk sementara waktu.

Meski penjualan otomotif lesu dalam beberapa bulan terakhir, Daihatsu Indonesia masih dapat memaksimalkan penjualan hingga bulan Maret kemarin.
Hingga kwartal pertama 2020 atau dari periode Januari-Maret, penjualan retail Daihatsu mencapai 39.186 unit dengan raihan pangsa pasar 17,9% dari volume retail sales nasional sebanyak 219.361 unit.

Sementara dari sisi sisi whole sales, Daihatsu mencatatkan penjualan sebanyak 48.113 unit dengan pangsa pasar 20,3% dari volume whole sales nasional 236.825 unit.

"Kami bersyukur kondisi penjualan hingga Q1, Daihatsu masih dapat mempertahankan market share di kisaran 17%," ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

1 dari 2 Halaman

Dari hasil retail sales Daihatsu kuartal pertama 2020, Sigra masih menjadi model terlaris dengan angka penjualan 11.522 unit, atau berkontribusi sebesar 29,4%, lalu diikuti oleh Gran Max (PU) sebanyak 7.833 unit (20,0%), dan Terios 6.240 unit (15,9%).

Posisi berikutnya ditempati Ayla mencapai 4.604 unit (11,7%), Xenia 4.573 unit (11,7%), dan Gran Max (MB) 3.394 unit (8,7%). Sedangkan Luxio dan Sirion penjualannya mencapai 1.020 unit (2,6%).

2 dari 2 Halaman

Seperti diberitakan sebelumnya,sejak 10 April Daihatsu menerapkan peraturan pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menghentikan produksi sementara dan seluruh outlet dan bengkel resmi di Jakarta dengan meminta seluruh karyawan untuk tetap tinggal di rumah untuk menghindari resiko terinfeksi virus corona.

?Untuk selanjutnya, keadaan akan lebih menantang dan tidak mudah, karena dampak negatif dari pandemi COVID-19 ke perekonomian Indonesia dan global,? tutup Amelia Tjandra

 

BERI KOMENTAR