HOME » BERITA » INI ORANG YANG KONSEP BUSWAY, TERNYATA SEJAK 1991

Ini Orang yang Konsep Busway, Ternyata Sejak 1991

Ternyata ide untuk membuat busway atau TransJakarta sudah keluar sejak tahun 1991 silam.

Rabu, 26 Februari 2020 21:15 Editor : Cornelius Candra
Ini Orang yang Konsep Busway, Ternyata Sejak 1991

OTOSIA.COM - TransJakarta atau Busway menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan. Tapi, tak sedikit yang tahu bahwa transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak tahun 1991 silam oleh pria bernama Peter Yan.

Melalui sebuah program acara yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, Peter Yan menceritakan kisahnya saat mencetuskan ide tentang pengadaan busway di Jakarta. Berikut informasi selengkapnya dilansir Merdeka.com dari Youtube Rismantono Ridoewan:

1 dari 5 Halaman

Peter Yan merupakan lulusan di salah satu Universitas yang ada di Jerman. Ia mengatakan jika dirinya tinggal di Jerman dari tahun 1976 hingga 1987 untuk menempuh pendidikan S2-nya.

"Saya berangkat ke Jerman 29 Januari 1976, lalu saya lulus 1987," kata Peter.

Setahun selepas kelulusannya, Peter lalu pulang ke Indonesia pada tahun 1988 untuk mempraktikkan ilmu yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di Jerman.

Selepas kepulangannya dari Jerman, bertepatan dengan adanya proyek pembangunan tol Padalarang-Cileunyi. Akhirnya, Peter ikut serta membantu me-review 22 jembatan yang ada di jalan tol tersebut.

2 dari 5 Halaman

"Proyek itu kebetulan yang mengerjakan perusahaan kontraktor Jerman, dan kebetulan saya disitu lalu saya membantu me-review," jelas Peter.

Pada kesempatan tersebut, Peter juga menceritakan jika pada tahun 1991 ia dan 2 orang temannya merancang sebuah sistem transportasi umum yang sekarang ini kita sebut dengan busway.

"Tahun 1991 saya membuat konsep busway bersama teman-teman, jadi saya bertiga," kata Peter.

Namun, pada saat itu usulannya seolah tak diindahkan oleh pemerintah provinsi DKI. Namun, pada akhirnya keberadaan busway disadari kebutuhannya pada tahun 2000-an.

3 dari 5 Halaman

"Jadi saya menghitung bebannya, lalu satunya mendesain haltenya kenapa harus di tengah, lalu satunya yang merancang secara keseluruhan," jelas Peter.

Akhirnya pada tahun 2000-an pengadaan armada busway baru dirasakan kebutuhannya. Namun, Peter sempat mengatakan jika busway yang ada sekarang tak sesuai konsepnya.

"Iya agak sedikit berbeda konsepnya, tapi saya enggak tahu. Tapi pada prinsipnya saya mensupport saja pada tahun 1991," jelas Peter.

Sebagai bentuk implementasi pendidikannya di Jerman, Peter juga sempat beberapa kali terlibat desain sejumlah jalan layang yang ada di Jakarta. Peter juga terlibat dalam pembangunan ribuan rumah bagi korban tsunami Aceh 2004 silam.

4 dari 5 Halaman

Peter mengaku jika dirinya sempat beberapa kali berpindah-pindah profesi. Sebelumnya, ia fokus di bidang transportasi dan ia sempat banting stir berpindah ke bidang perairan.

"Saya dulu sempat melihat transportasi agak berat jadi saya pindah ke air, ternyata stuck waktu krisis," jelas Peter.

Lama kelamaan, Peter merasa ia harus kembali ke bidang awalnya yaitu transportasi. Akhirnya ia memilih untuk menjadi supir taxi. Selain menjadi supir taxi, ia juga menjadi salah satu pengajar di Universitas Tarumanegara bidang Plannologi.

 

5 dari 5 Halaman

Dalam acara tersebut, anak Peter Yan juga mengungkapkan jika kehidupan keluarga mereka sempat berubah drastis.

"Soalnya dulu tuh hidupnya enggak sesusah sekarang," kata Putri Jelita.

Kini, Peter Yan diketahui sudah berhenti jadi supir taxi dan menjalani profesinya yang baru sebagai seorang konsultan. Meski begitu, Peter Yan mengatakan jika dirinya masih tetap memperhatikan tentang masalah transportasi di Indonesia.

"Saya sudah hampir 2 tahun tidak lagi jadi supir taxi, kali ini saya menikmati profesi saya yang sudah lama saya tekuni dan saya kembali," kata Peter dikutip dari Twitter @LingkarLuarID.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR