HOME » BERITA » INI PENJELASAN MENGAPA KENDARAAN LISTRIK BEBAS DARI ATURAN SISTEM GANJIL GENAP

Ini Penjelasan Mengapa Kendaraan Listrik Bebas dari Aturan Sistem Ganjil Genap

Kendaraan listrik adalah alat transportasi yang mendapat pengecualian dari sistem Ganjil Genap di Ibukota. Dasar hukumnya adalah Pergub dan Keputusan Korlantas Polri.

Selasa, 19 Oktober 2021 20:15 Editor : Nazarudin Ray
Ini Penjelasan Mengapa Kendaraan Listrik Bebas dari Aturan Sistem Ganjil Genap
Ilustrasi mobil listrik (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan aturan baru soal sistem ganjil genap. Aturan baru ini terkait dengan jam operasional dan jenis kendaraan yang dikecualikan dalam ganjil genap.

Aturan baru mengenai ganjil genap tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 438 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

1 dari 5 Halaman

Ganjil genap diberlakukan setiap Senin-Jumat pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB. Tercatat ada 17 jenis kendaraan yang dikecualikan dalam ganjil genap di DKI Jakarta, termasuk kendaraan listrik.

Terkait dispensasi bagi kendaraan ramah lingkungan, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan kebijakan tersebut. Sebagian ada yang menilai peraturan tersebut pilih kasih. Namun sebenarnya dasar hukum pengecualian sistem ganjil genap terhadap kendaraan listrik sudah ada dan kuat.

Jalan Rasuna Said Kuningan salah satu lokasi sistem Ganjil Genap

 

2 dari 5 Halaman

Dasar hukum

Berdasarkan keterangan Instagram resmi @subdit_gakkumpmj, Kamis (28/10/2021), kendaraan yang digerakan dengan motor listrik, termasuk kendaraan yang dikecualikan pemberlakuan ganjil genap.

Dasar hukumnya adalah Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 88 tahun 2019 tentantang Pembatasan Lalu Lintas denga Sistem Ganjil Genap.

 

3 dari 5 Halaman

Pasal 4 ayat (1) huruf e pada Pergub tersebut menyebutkan: (1) Pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap tidak diberlakukan untuk: a. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik.

Sementara Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) pada Ranmor Listrik yang berwarna memiliki dasar hukum Perpol nomor 7 tahun 2021 dimana dalam pasar 45 ayat (2) disebutkan:

4 dari 5 Halaman

"Warna TNKB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambahkan tanda khusus untuk Ranmkor listrik yang ditetaokan dengan Keputusan Kakorlantas Polri. Plat nomor bertanda warna biru di bawah menandakan bahwa kendaraan tersebut adalah kendaraan listrik".

Dasar hukum kedua adalah Keputusan Kakorlantas Polri nomor 5 tahun 2020 tentang Standarisasi Spesifikasi Teknis Materiil TNKB dan TCKB R4/Lebih dan R2/3.

5 dari 5 Halaman

 

BERI KOMENTAR