HOME » BERITA » INI PENYAKIT LANGGANAN MOTOR MATIK DAN CARA MENGATASINYA

Ini Penyakit Langganan Motor Matik dan Cara Mengatasinya

Saat ini motor matik sedang diminati konsumen Indonesia. Bahkan penjualannya melampaui motor jenis lainnya, seperti bebek dan sport. Hal ini tentu didasari dari penggunaan yang terbilang mudah. Selain itu motor matik memiliki model yang cukup banyak mulai dari yang termurah hingga termahal.

Minggu, 30 Desember 2018 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi motor matik Honda Forza dan PCX Elektric di IMOS 2018 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Saat ini motor matik sedang diminati konsumen Indonesia. Bahkan penjualannya melampaui motor jenis lainnya, seperti bebek dan sport. Hal ini tentu didasari dari penggunaan yang terbilang mudah. Selain itu motor matik memiliki model yang cukup banyak mulai dari yang termurah hingga termahal.

Sama seperti sepeda motor jenis lainnya, seperti bebek ataupun sport, tipe skutik juga memiliki penyakit langganan.

Purwandi, mekanik ‎bengkel Honda Griya mengatakan, masalah yang menjadi kendala pada motor matik yaitu di bagian CVT (Continously Variable Transmission).

Sistem CVT ini merupakan alat penggerak otomatis pada motor matik. Bagian ini yang meneruskan putaran pada mesin ke roda belakang.

Menurutnya, efek kerusakan CVT bisa dideteksi saat jarak tempuh kendaraan di atas 10 ribu kilometer.

"Ada saja yang rusak dibagian ini. Selain 10 ribu, biasanya 20 ribu kilometer ada komponen yang rusak, baik itu roller atau v-belt‎ ," kata Purwadi kepada Liputan6.com di bengkelnya yang berlokasi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta.

Lebih lanjut Wandi menyatakan, masalah pada CVT‎ bisa dirasakan konsumen dengan ciri-ciri‎ yaitu suara keras dan kasar, terlebih saat dinyalakan pada pagi hari.

Adapun hal tersebut juga bisa dirasakan saat kendaraan digunakan di jalanan, yaitu performa menjadi loyo, bahan bakar boros, tenaga berkurang, dan kecepatan motor menjadi lebih lambat.‎

"Kalau roller kena, bunyinya peletak-peletok , v-belt, atau kampas kopling, kampas ganda, kalau nanjak atau jalan naik jadi kurang tenaga, orang bilang ngeden ," katanya.

Walaupun demikian, Wandi menuturkan, bahwa masalah CVT cukup mudah diatasi, asal syarat rajin servis rutin dan menggunakan suku cadang orisinil.

Pada dasarnya semua motor memang wajib untuk diservis secara rutin, tidak hanya motor matik. Ini untuk menjaga performa sepeda motor matik, sehingga berkendara nyaman dan aman.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR