HOME » BERITA » INI SOLUSI POLISI PECAH ANTREAN PANJANG WARGA YANG URUS PERPANJANGAN SIM

Ini Solusi Polisi Pecah Antrean Panjang Warga yang Urus Perpanjangan SIM

membeludaknya masyarakat di kantor Satpas dikarenakan masa berlaku SIM mereka telah habis sejak bulan Maret 2020

Jum'at, 05 Juni 2020 13:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Solusi Polisi Pecah Antrean Panjang Warga yang Urus Perpanjangan SIM
Pelayanan SIM keliling di CFD. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

OTOSIA.COM - Beberapa Satpas Jakarta Timur, Satpas Daan Mogot dan kantor Satpas lainnya didapati ramai pengunjung yang ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) mereka.

Melansir Merdeka.com, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, membeludaknya masyarakat dikarenakan masa berlaku SIM mereka telah habis sejak bulan Maret 2020.

"(Ada) antrean lonjakan pemohon tersebut adalah pertama pemohon yang habis masa berlaku SIM-nya pada hari ini atau dua hari kemaren ditambah dan sebagian besar itu adalah pemohon yang habis masa berlakunya pada bulan Maret, April dan Mei yang kemaren selama masa pandemi ini kita berikan dispensasi," kata Sambodo, Jakarta, Rabu (3/6).

"Sehingga kemudian terjadilah lonjakan pemohon di unit-unit pelayanan kita terutama perpanjangan SIM," sambungnya.

Melihat hal tersebut, polisi pun berikan solusi, salah satunya memberikan dispensasi untuk mereka yang masa berlaku SIM-nya habis dari 17 Maret hingga 30 Juni 2020. Sehingga masyarakat memiliki waktu yang terbilang lama untuk urus perpanjangan SIM.

"Jadi masyarakat yang habis masa berlakunya pada hari-hari ini bisa melakukan perpanjangan SIM sampai dengan tanggal 30 Juni 2020," ujarnya.

1 dari 2 Halaman

Buka Lagi SIM Keliling

Pihak kepolisian juga akan buka layanan SIM Keliling guna untuk kurangi antrean di kantor Satpas.

"Kalau kemarin semasa pandemi ini SIM keliling tidak kita aktifkan, maka untuk memecah antrean SIM keliling sudah kita aktifkan kembali, Hari ini ada 2 unit yang kita aktifkan di Masjid At-Tin Jakarta Timur ini untuk memecah antrean di Satpas SIM Kebon Nanas yang memang hari yang lalu itu antreannya cukup panjang. Dan hari ini pun Simling di masjid At-Tin itu juga pemohonnya juga cukup padat," ungkapnya.

SIM keliling ini juga dibuka kembali di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sebanyak 3 unit mobil SIM keliling dikerahkan untuk mengurangi lonjakan yang terjadi di Kantor Satpas SIM Daan Mogot.

"Jadi berikutnya nanti setelah mall sudah boleh dibuka dengan New Normal dan protokol Covid yang ketat, maka gerai SIM yang di mal juga akan kita buka kembali. Sehingga ini akan membantu untuk memecah antrean," ucapnya.

2 dari 2 Halaman

Layanan SIM Pakai Sistem Kouta

Pihaknya akan membatasi jumlah pemohon dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti physical cistancing (jaga jarak), memeriksa suhu tubuh, mewajibkan untuk memakai masker dan mencuci tangan.

"Upaya untuk menentukan kouta harian yang tentunya ini dikaitkan jumlahnya dari kapasitas ruang tunggu pelayanan. Jadi berapa kapasitas ruang tunggu pelayanan yang ada kapasitas produksinya. Kemudian dengan menjaga physical distancing, maka kita tentukan harian pelayanan SIM, dengan sistem first in dan first out siapa yang akan datang pertama mendapatkan kupon kouta tersebut" jelasnya.

Untuk kuota SIM keliling, pihak kepolisian hanya sediakan 200 kuota. Dihitung dari masyarakat yang datang lebih dulu.

"Data koutanya perhari dikaitkan dengan ruang tunggu pelayanan, kalau di Satpas Daan Mogot yang jumlahnya besar itu bisa kita sampai 600 atau 800 orang per hari. Tapi kalau di SIM keliling hanya mencapai 150 sampai 200 orang per hari. Kalau di Satpas Kebun Nanas kecil bisa mencapai 100 hingga 150 orang. Jadi betul-betul kita melihat dan menjaga physical distancing dari pemohon," tutupnya.

BERI KOMENTAR