HOME » BERITA » INI TANGGAPAN PERDIPPI SOAL SIDANG KASUS DUGAAN MONOPOLI PELUMAS OLEH AHM

Ini Tanggapan PERDIPPI Soal Sidang Kasus Dugaan Monopoli Pelumas oleh AHM

AHM diduga lakukan monopoli pelumas, PERDIPPI berikan tanggapan

Senin, 10 Agustus 2020 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Tanggapan PERDIPPI Soal Sidang Kasus Dugaan Monopoli Pelumas oleh AHM
Ilustrasi oli kendaraan (Istimewa)

OTOSIA.COM - Proses persidangan atas kasus dugaan tindak monopoli pelumas yang melibatkan PT Astra Honda Motor (AHM) terus berlanjut dan akan disidangkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Dinilai merugikan konsumen serta perekonomian nasional, Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (PERDIPPI) turut menyoroti kasus ini.

Melansir Liputan6.com, ketua Dewan Penasehat PERDIPPI, Paul Toar, menegaskan, keterlibatan masyarakat untuk mengawal proses persidangan sangatlah penting. Hal ini berkaitan dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

"Karena praktik-praktik yang dilakukan oleh agen pemegang merek kendaraan seperti itu telah membentuk mindset masyarakat kalau kendaraannya merek A, maka oli yang harus dipakai adalah merek A, jika kendaraannya merek B, olinya harus merek B. Jika tidak, maka garansi akan hilang," kata Paul.

1 dari 3 Halaman

Lebih lanjut, Paul menuturkan jika keraguan atas pelumas merek lain terjadi karena adanya monopoli. Tentu ini sangat merugikan, sebab kualitas pelumas yang beredar di pasaran sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

?Sekali lagi, hal itu terjadi karena ketidaktahuan masyarakat. Terlebih adanya power of monopoly dari agen pemegang merek dengan modus jika menggunakan olinya, maka garansi atas kendaraan tidak akan gugur dan sebagainya,? jelasnya.

2 dari 3 Halaman

Proses persidangan yang semula dijadwalkan digelar 30 Juli lalu harus diundur sesuai dengan permintaan kuasa hukum PT Astra Honda Motor (AHM) selaku pihak terlapor. Sehingga sidang perdana akan dilaksanakan besok, Selasa 11 Agustus 2020.

"Kami mengajak semua lapisan masyarakat di manapun berada, mari kita awasi dan kawal proses persidangan ini. Sehingga, proses bisa berlangsung secara obyektif, transparan, dan ketentuan Undang-undang serta aturan hukum,? kata dia.

3 dari 3 Halaman

Senada dengan Paul, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan jika praktik monopoli sangat merugikan konsumen dan pelaku usaha itu sendiri.

?Selain itu, konsumen juga dirugikan karena praktik monopoli juga berpotensi menciptakan harga yang lebih mahal. Dengan kata lain, praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat merugikan konsumen untuk mendapatkan harga yang lebih wajar dan terjangkau,? tegas Tulus.

BERI KOMENTAR