HOME » BERITA » INI TIPS TOURING KE PEGUNUNGAN HIMALAYA DARI DONNA AGNESIA

Ini Tips Touring ke Pegunungan Himalaya dari Donna Agnesia

Perjalanan dengan medan berat dihadapi pasangan selebritis Darius Sinathrya dan Donna Agnesia saat touring ke pegunungan Himalaya di India Utara

Sabtu, 14 September 2019 13:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ini Tips Touring ke Pegunungan Himalaya dari Donna Agnesia
Donna Agnesia dan suami (Istimewa)

OTOSIA.COM - Touring ke tempat jauh apalagi pilihan top seperti Himalaya bisa jadi tujuan siapa saja, khususnya para biker. Tapi perjalanan yang akan dialami tidak semudah jalan-jalan seperti trek antar kota.

Hal ini yang dihadapi pasangan selebritis Darius Sinathrya dan Donna Agnesia saat touring ke pegunungan Himalaya di India Utara. Keduanya ditemani salah satu jurnalis senior Wisnu 'Gareng' Guntoro yang menjadi kepala Tim Himalayan Ridge yang menggunakan Royal Enfield Himalayan.

Bisa dibayangkan, mereka bisa riding di atas ketinggian 4 000 meter, bahkan dengan suhu ekstrim di bawah nol derajat celsius. Satu hal yang bisa menjadi pengalaman penting dan bisa dipelajari adalah kondisi bernapas yang jauh berbeda, seperti diutarakan Donna Agnesia.

"Napas cepat supaya memompa oksigen ke otak. Itu yang bikin kita sakit kepala banget. Napasnya harus lebih cepat daripada kayak napas orang biasa. Supaya oksigennya enggak kurang," kata dia.

Bisa jadi pelajaran, Donna sendiri sempat tidak mawas mengingat tidak punya bayangan riding di Himalaya. Alhasil, dia sempat mengalami pusing hebat.

"Semua mengalami cuma kadarnya kan beda-beda. Pusing lemas dan harus bergerak, kalau lemas kan bawaannya mau tidur. Obat itu harusnya diminum sebelum berangkat ke area yang tingginya sekitar 3.000 meter itu. Aku baru minum setelah berasa kena," ujarnya bisa menjadi pelajaran.

1 dari 3 Halaman

Persiapan Sebelum Riding

Ini Tips Touring ke Pegunungan Himalaya dari Donna AgnesiaPersiapan Sebelum Riding

Satu hal yang juga menjadi penting bagi boncengers adalah perlengkapan. Donna sendiri mengaku sudah diarahkan termasuk mempersiapkan perbekalan khusus. Misalnya, tabung oksigen dan obat yang berefek mengencerkan darah.

"Kebetulan mentor sudah kasih tahu kondisi dan antisipasinya. Naik itu kami beli tabung oksigen, dan dikasih obat kayak pengencer darah," ujarnya seraya menyebut kalau dia rata-rata 7 jam berada d atas motor, dan yang paling lama bisa sampai 10 jam.

Dari pengalaman berada di atas motor 7 jam sehari selama 8 hari perjalanan ke Himalaya bersama sang suami Darius, Donna mendapatkan beberapa hal lain yang bisa dijadikan tips buat wanita yang pertama kali dibonceng touring dengan perjalanan yang sangat jauh.

2 dari 3 Halaman

Harus Mudah Adaptasi

Ini Tips Touring ke Pegunungan Himalaya dari Donna AgnesiaHarus Mudah Adaptasi

Yang pertama kata Donna, pembonceng harus bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan dan cuaca. Lalu tidak banyak mengintervensi dan tidak melakukan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi yang bawa motor.

??Intinya adaptasi, ya jalanan, makanan dan cuaca. Karena naik motor tidak senyaman naik mobil atau pesawat. Kan kondisi jalannya berbeda-beda, ada berbatu, aspal mulus, sampai berlumpur dan hujan. Jadi adaptasi ajalah dengan lingkungan yang ada, karena setiap hari menghadapi situasi yang berbeda, alamnya berbeda, pemandangan berbeda, makanannya beda-beda. Satu lagi jangan banyak komplain. Untungnya suamiku Darius bawanya stabil,? ucap Donna.

Yang terpenting saat dibonceng perlengkapannya tidak kalah lengkap dengan yang bawa motor. Mulai memakai helm full face, jaket, protektor bodi, sarung tangan, hingga balaclava.

??Safety riding harus nomer satu biar kita sebagai pembonceng. Makanya pakai helm fullface, pake jaket yang ada protector, full body proptektor, dan itu berat lho karena benar-benar dipakai 8 hari. Trus pakai balaclava juga biar tidak kena debu, dan menyerap keringat di kepala,? imbuhnya.

3 dari 3 Halaman

Bawa Peralatan yang Diperlukan

Ini Tips Touring ke Pegunungan Himalaya dari Donna AgnesiaBawa Peralatan yang Diperlukan

Selain itu, jika memungkinkan membawa batal angin kecil untuk mengurangi rasa pegal dibagian pantat atau tubuh belakang, terutama menghindari kontak langsung antara pantat dengan behel besi motor.

??Perjalanannya kan jauh banget, 7-10 jam tiap hari di atas motor. Pegal-pegal di pinggang atau tubuh bagian belakang sih pasti ada dan sering, terutama saat jalan mulus tiba-tiba bumpy, berbatu, makanya Darius bawain bantal angin buat ganjel belakang,? terangnya.

Yang tak kalah penting adalah membawa obat-obatan. Jangan mengandalkan satu sama lain. Untuk pembonceng wanita hindari membawa peralatan yang tidak perlu, terutama alat-alat kecantikan dan perawatan tubuh yang berlebihan.

??Kita sedang adventure, bukan kayak mau ke pesta. Tapi sebenarnya ini pengalaman pertama. Sebagai adventure harus lebih mudah beradaptasi dengan segala sesuatu, mulai kondisi jalan, makanan, dan tidak perlu bawa barang-barang tidak penting, efisien aja. Intinya harus menyesuaikan diri, safety first, stamina, cepet adaptasi, dan enjoy riding,? tutupnya.

BERI KOMENTAR