HOME » BERITA » INI YANG BIKIN INDUSTRI AFTERMARKET MAMPU BERTAHAN DARI BADAI COVID-19

Ini yang Bikin Industri Aftermarket Mampu Bertahan dari Badai COVID-19

Industri modifikasi dan aftermarket Tanah Air mampu bertahan di tengah badai corona karena telah mencari adaptasi terbaik di situasi sulit.

Sabtu, 20 Juni 2020 13:15 Editor : Nazarudin Ray
Ini yang Bikin Industri Aftermarket Mampu Bertahan dari Badai COVID-19
Ilustrasi pedagang pelek mobil (Istimewa)

OTOSIA.COM - Pandemi Corona (COVID-19) memukul sektor otomotif termasuk industri aftermarket dan modifikasi. Namun dengan menjalankan strategi pamasaran yang jitu, masa sulit corona mampu disiasati sehingga roda bisnis tidak jalan di tempat.

Bisa dikatakan industri modifikasi dan aftermarket mampu bertahan di tengah keterbatasan karena adaptasi yang baik dalam mendorong menggeliatnya dunia modifikasi dan aftermarket sambil mengikuti protokol kesehatan.

"Di tengah situasi saat ini kami mencoba mendorong pelaku-pelaku usaha dalam industri modifikasi dan aftermarket agar tetap berjalan, dan kami yakin modifikator dapat bertahan dengan berbagai strategi kreatif mereka, karena kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari para modifikator," sebut Andre Mulyadi selaku pendiri National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), sekaligus IMX Project Director.

1 dari 3 Halaman

Upaya mendongkrak kembali industri aftermarket dan modifikasi, NMAA akan menghelat event expo dan lifestyle terbesar pada 10-11 Oktober mendatang di situs market place terkemuka.

Peran NMAA dan IMX dalam hal ini adalah mempertemukan pasar yang potensial untuk produk aftermarket atau jasa modifikasi yang dibutuhkan dengan menggandeng salah satu market place terbesar di Indonesia.

Salah satu produk aftermarket yang mampu bertahan adalah pelek. Toko pelek legendaris Permaisuri Ban sejak lama berjualan online. Pada kondisi saat ini, Permaisuri Ban semakin menggencarkan cara berjualan mereka melalui situs market place karena dinilai sangat efektif untuk menjangkau calon konsumen di luar kota maupun untuk yang saat ini lebih memilih belanja dari rumah.

?Kondisi saat ini membuat Permaisuri memiliki protokol kesehatan khusus di toko. Selain itu tentunya kami menggenjot penjualan melalui market place. Konsumen tingal duduk manis di rumah karena semua sales di Permaisuri Ban sudah paham benar kebutuhan konsumen akan seperti apa, dan bisa menjadi konsultan yang tepat untuk memilih pelek dan ban apa yang sesuai kemauan konsumen,? sebut Wibowo Santosa pemilik Permaisuri Ban.

2 dari 3 Halaman

Sementara itu produk aftermarket perawatan kendaraan Turtle Wax yang digawangi PT Laris Chandra memajukan konsep ?do it yourself? untuk hampir semua produk yang dijualnya.

Konsumen bisa langsung memakai produk perawatan kendaraan profesional yang bisa langsung digunakan ke mobilnya di rumah dengan sangat mudah, sehingga sangat berguna di masa-masa pandemi seperti sekarang ini.

?Dengan lebih dari 30 varian produk perawatan mobil yang diluncurkan di Indonesia, membuat Turtle Wax bisa menjadi pilihan produk perawatan eksterior dan interior mobil untuk konsumen yang saat ini masih membatasi kegiatan di luar rumah,? jelas Stanley Tjhie, selaku Business Director PT Laris Chandra.

3 dari 3 Halaman

Dari dua contoh di atas, membuktikan bahwa industri dan aftermarket Tanah Air bisa bertahan di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Secara historis industri modifikasi dan aftermarket Indonesia telah banyak menghadapi berbagai kesulitan yang mempengaruhi kegiatan bisnis.

Namun sebagai sebuah industri yang unik, dengan banyak pelaku bisnis dan user yang sebagian besar adalah pehobi otomotif, pada akhirnya bersama-sama menemukan cara untuk pulih dari kondisi-kondisi tersebut.

?Kami yakin bahwa dengan banyaknya pelaku usaha modifikasi dan aftermarket yang mendorong cara-cara penjualan secara digital dengan dukungan SDM dan produk yang sesuai akan membuat industri ini akan pulih dengan cepat. Kami di NMAA dan IMX juga akan terus mendukung pelaku modifikasi dan aftermarket agar industri ini kembali bergairah meski di tengah keterbatasan,? tutup Andre Mulyadi.

BERI KOMENTAR