HOME » BERITA » INI YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA UNDERSTEER DAN OVERSTEER SAAT HUJAN

Ini yang Harus Dilakukan Ketika Understeer dan Oversteer Saat Hujan

Ketika berkendara yang harus diwaspadai adalah aquaplaning. Kondisi ini bisa memicu terjadinya understeer atau oversteer.

Kamis, 03 Desember 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Ini yang Harus Dilakukan Ketika Understeer dan Oversteer Saat Hujan
Gejala understeer dan oversteer (topspeed.com)

OTOSIA.COM - Indonesia tengah memasuki musim penghujan. Berkendara pun dituntut ekstra hati-hati karena jalanan menjadi licin. Salah satu yang patut diwaspadai ketika berkendara di jalan basah adalah terjadinya slip akibat aquaplaning.

Menurut Sony Susmana, Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia), ketika berkendara di tengah hujan, pastinya pengemudi harus mengurangi kecepatan dan tidak melakukan pengereman mendadak.

Dalam kondisi aquaplaning ban akan kehilangan traksi saat melewati genangan air dalam kecepatan tinggi dan memberikan efek mobil serasa melayang di atas air bagi pengendaranya. Aquaplaning merupakan penyebab kecelakaan saat hujan, karena pengemudi salah mengatisipasi kondisi ini.

"Ketika berkendara saat turun hujan, yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan, pindah ke lajur lambat, dan amati kondisi sekitar. Kalau pandangannya kurang, bantu dengan menyalakan lampu utama," kata Sony dalam talkshow virtual bersama Daihatsu seputar tips teknik berkendara saat hujan.

1 dari 2 Halaman

Atasi Understeer dan Oversteer

Ia menyarankan agar pengendara tidak menyalakan lampu hazard saat hujan, karena akan membuat pengemudi belakang menjadi bingung.

"Saat melewati genangan air, antisipasinya adalah mengangkat kaki dari pedal gas, tahan kemudi ke arah depan dan jangan melakukan pengereman agar laju mobil tetap lurus dan tidak mengalami selip," ujarnya.

Jika kondisi terjadi slip, pengemudi dapat merasakan apakah terjadi pada roda depan atau belakang. Jika slipnya berasal dari roda depan (understeer) dan mobil mengarah ke kiri atau kanan, segera lawan steer secara halus ke arah tujuan, untuk meminimalisir gejala understeer.

Sebaliknya, apabila selip terjadi pada roda belakang alias oversteer, segera putar steer sesuai dengan arah mobil tersebut dan jangan melakukan banting steer agar mobil berputar pada porosnya.

"Namun yang perlu tetap diingat, tingkat keberhasilannya sangat ditentukan bergantung pada kondisi," imbuhnya.

2 dari 2 Halaman

Sementara Zulpata dari GT Radial menyatakan bahwa ban merupakan faktor penting dalam menghadapi kondisi aquaplaning. Kendati ban sudah melewati berbagai uji pengetesan, termasuk diperuntukkan untuk kondisi jalan yang basah, namun pengemudi tetap harus mengecek kondisi ban saat menghadapi musim hujan.

Ulir atau pola kembangan pada ban adalah tempat mengalirnya air saat melewati genangan air. Jika ban tidak ada kembangannya atau sudah botak, maka resiko selip menjadi lebih besar.

"Walaupun ban tidak ada masa kadaluarsa, ban harus tetap dirawat agar tetap awet dan tidak cepat botak dengan memperhatikan selalu tekanan anginnya,? tukas Zulpata.

BERI KOMENTAR