HOME » BERITA » INI YANG MEMBUAT PENJUALAN SUZUKI TETAP BERTAHAN SAAT COVID-19

Ini yang Membuat Penjualan Suzuki Tetap Bertahan Saat COVID-19

Dengan strategi jitu penjualan Suzuki mampu bertahan saat badai corona. Bahkan permintaan Suzuki APV mengalami lonjakan.

Rabu, 10 Juni 2020 18:15 Editor : Nazarudin Ray
Ini yang Membuat Penjualan Suzuki Tetap Bertahan Saat COVID-19
Penjualan Suzuki APV melambung saat COVID-19 (Istimewa)

OTOSIA.COM - Adanya pandemi Corona (COVID-19) membuat sektor industri otomotif terkena dampaknya. Namun, Suzuki berhasil melawan masa sulit COVID-19 tersebut sehingga tetap survive dari sisi pemasaran.

Corona memang telah menimbulkan dampak besar, tidak hanya korban jiwa namun juga membuat perekonomian melambat dan membuat industri otomotif nasional terpukul.

Suzuki mengklaim masih bisa survive di tengah wabah COVID-19. Bahkan salah satu modelnya, APV, mengalami kenaikan saat corona. Hal sama juga terjadi pada Carry pikap.

Suzuki memasang beberapa strategi untuk memperkuat penjualan, seperti melalui program pemasaran dengan beberapa adjustment, membuat strategi new normal, di antaranya di internal dengan mengedepankan efisiensi cost baik di produksi maupun sales.

"Namun di sisi lain, market juga harus dibantu untuk tetap bergerak agar terus tumbuh," terang Harold Donel, Head of Product Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales.

1 dari 2 Halaman

Menurut Harold, jika dibandingkan dengan krisis moneter tahun1998, saat itu Suzuki lebih terpuruk. ?Krismon 98 lebih parah dari pandemi ini. Saat pandemi COVID-19, kita justru bisa survive, bahkan produk kita APV malah naik,? ungkapnya.

Keberhasilan Suzuki untuk tetap tumbuh dengan cara melahirkan program-program yang relevan di tengah pandemi. Salah satunya adalah dengan melakukan adjustmen setiap bulan terhadap program dan strategi yang sudah direncanakan hingga akhir tahun 2020.

Suzuki juga melakukan evaluasi dengan menggunakan banyak layer strategy, selain FGD (forum group discussion), mendekati konsumen melalui customer journey, di mana Suzuki menelaah pola pembelian konsumen dengan pola konvensional atau melalui virtual.

2 dari 2 Halaman

Pemasaran dan promosi diubah dari konvensional menjadi digital, menarik konsumen dengan berbagai kegiatan program menarik dari penjualan maupun program aftersales bagi konsumen. Di antaranya program Gift year festival mulai dari model pikap dan passenger, beli Carry konsumen bisa mendapatkan motor dan berbagai gadget terkini.

Tak hanya itu, strategi lain dilakukan Suzuki yang bekerja sama dengan leasing untuk pembiayaan menjadi program low DP untuk pikap, angsuran 3 jutaan, dan bunga rendah untuk pembelian produk Suzuki. Aftersales mendapatkan free jasa dan maintenance hingga 50 ribu kilometer bagi konsumen yang ingin membeli produk Suzuki.

Hal lain, yakni sebaran jalur distribusi yang dilakukan oleh 340 outlet Suzuki di seluruh Indonesia. Meski 60 persen diler tutup sementara, namun diler di kota yang tak terkena dampak pandemi mampu menopang penjualan Suzuki di daerah luar pandemi. Hal ini sangat membantu penjualan Suzuki di wilayah yang tak terjangkit pandemi.

BERI KOMENTAR