HOME » BERITA » INILAH JUMLAH EKSPOR OTOMOTIF INDONESIA DI TENGAH BADAI CORONA

Inilah Jumlah Ekspor Otomotif Indonesia di Tengah Badai Corona

Kendati di tengah kondisi sulit karena dampak dari pandemi COVID-19, sektor otomotif masih agresif mendobrak pasar ekspor

Kamis, 23 April 2020 15:15 Editor : Nazarudin Ray
Inilah Jumlah Ekspor Otomotif Indonesia di Tengah Badai Corona
Ekspor mobil Indonesia masih agresif (Istimewa)

OTOSIA.COM - Kendati di tengah kondisi sulit karena dampak dari pandemi COVID-19, beberapa sektor manufaktur masih agresif mendobrak pasar ekspor. Salah satunya datang dari industri otomotif.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pada periode Januari sampai per tanggal 15 April 2020, industri otomotif nasional telah melakukan pengapalan kendaraan roda empat secara CBU sebanyak 87.879 unit. Sedangkan, untuk ekspor kendaraan roda dua, mencapai 215.347 unit.

Peningkatan ekspor produk otomotif juga sesuai dengan data PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC), yang menunjukkan jumlah bongkar muat kendaraan CBU mencapai 29.622 unit pada Maret 2020, meningkat 18,40% dibandingkan Maret 2019 sekitar 25.019 unit.

"Selain itu, industri otomotif kita melakukan ekspor komponen untuk kendaraan roda empat, hingga April 2020 telah menembus 11.099.550 pieces. Bahkan, perusahaan-perusahaan komponen pesawat, kereta api, dan alat berat, juga masih aktif melakukan ekspor," ungkap Agus Gumiwang.

1 dari 1 Halaman

Menperin optimististis Indonesia akan menjadi salah satu dari negara yang diprediksi mengalami recovery lebih cepat dan mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif pasca pandemi corona. ?Ini merupakan sebuah optimisme yang harus kita jaga,? tegasnya.

Hal itu berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF), yang menyatakan Indonesia merupakan satu dari tiga negara di dunia yang diprediksi pertumbuhan ekonominya tetap positif pada tahun 2020, meski diterjang pandemi COVID-19.

Dua negara lainnya adalah Cina dan India. Karena itu, momentum tersebut bisa menjadi modal bagi sektor industri Tanah Air untuk bersama-sama bangkit.

?Kita masih punya modal yang kuat. Artinya, kemungkinan kita bisa rebound cukup besar. Apalagi kita lihat bahwa kompetensi bangsa kita juga cukup besar. Jadi sesungguhnya, apa yang akan terjadi dalam sektor manufaktur nanti setelah COVID-19 sangat tergantung dengan apa yang kita lakukan sekarang,? tutupnya.

BERI KOMENTAR