HOME » BERITA » INTIP KIAT NEW NORMAL ALA MITSUBISHI USAI DILANDA CORONA (COVID-19)

Intip Kiat New Normal ala Mitsubishi Usai Dilanda Corona (COVID-19)

Perilaku konsumen berubah setelah munculnya COVID-19. Mitsubishi akan pasang strategi dan beradaptasi saat new normal

Jum'at, 29 Mei 2020 08:45 Editor : Nazarudin Ray
Intip Kiat New Normal ala Mitsubishi Usai Dilanda Corona (COVID-19)
Mitsubishi pasang strategi dan beradaptasi saat 'New Normal' (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Corona (COVID-19) berefek pada perekonomian dunia dan tentu saja di Indonesia. Penjualan mobil anjlok, tidak ketinggalan dengan Mitsubishi yang di Tanah Air sebelumnya berjaya dengan pickp double cabin dan juga Xpander.

Kunjungan ke dealer terdampak karena masyarakat enggan dan takut keluar rumah. Pameran mobil di mal ataupun yang bersifat akbar lantas berguguran.

Manakala COVID-19 masih belum jelas akan 100 persen reda, banyak pihak sudah menyebut bahwa masyarakat kelak akan kembali beraktivitas di tengah ketakutan ambruknya ekonomi. Namun aktivitas ini tentu masih dengan ketakutan yang sama dan berbeda dari kondisi normal sebelumnya alias disebut "new normal".

1 dari 2 Halaman

Pemerintah sendiri menskenariokan New Normal akan terjadi di Juli atau awal Agustus nanti. Tentu di New Normal akan terjadi perubahan perilaku konsumen karena ada pembatasan-pembatasan terkait COVID-19 yang belum diketahui pasti virusnya habis atau belum.

Lalu, apa yang akan disiapkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC)?

"Ketika ini semua telah selesai, kita harus adaptasi dan mengikuti trend dari konsumen dan tentunya harus mempelajari dulu tren yang diharapkan oleh konsumen," kata Arwani, Deputy Group Head Sales & Marketing Planning & Operation Dept MMKSI.

2 dari 2 Halaman

Apakah konsumen akan tetap datang ke mall untuk setiap minggu? Apakah konsumen akan bisa dikunjungi secara personal ke rumahnya?

"Hal-hal seperti itu yang masih kami pelajari dan yang pasti kami harus menyesuaikan strategi kami dengan kondisi New Normal nanti," ujarnya.

Kontak langsung memang akan menjadi problema. Namun, pihaknya juga menyadari hal tersebut dan menjadikannya faktor dalam beradaptasi terhadap new normal.

"Apabila hal-hal yang masih membutuhkan untuk kontak secara langsung dengan konsumen, maka kami juga harus mencari alternatif cara lain untuk dapat menggantikan aktivitas tersebut," tambah Arwani.

BERI KOMENTAR