HOME » BERITA » ISI ANGIN SAAT BAN KEMPES SAJA, MITOS ATAU FAKTA?

Isi Angin Saat Ban Kempes Saja, Mitos atau Fakta?

Mengisi angin saat ban kempes saja boleh jadi hanya merupakan mitos. Pasalnya pemilik kendaraan belum bisa memastikan tekanan tanpa alat pengukur.

Rabu, 02 Desember 2020 14:15 Editor : Nazarudin Ray
Isi Angin Saat Ban Kempes Saja, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi mengisi angin ban mobil (entitymag.com)

OTOSIA.COM - Hingga saat ini masih banyak beredar mitos seputar perawatan kendaraan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Mitos yang masih kerap terdengar hingga kini adalah soal ban kempis, rem berdecit, hingga memanaskan mobil.

Nah soal ban, mitos yang masih berkembang adalah mengisi udara ban ketika terasa kempes saja. Apakah tindakan ini mitos atau fakta? Menurut Gervi Irsyadi, Regional Sales Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), penilaian tersebut adalah mitos.

Karena faktanya pemilik kendaraan tidak bisa benar-benar mengetahui tekanan udara di dalam ban hanya dengan melihat atau menekannya saja.
"Untuk mengetahuinya, tentu pemilik kendaraan membutuhkan alat untuk mengukurnya," ujar Gervi.

1 dari 2 Halaman

Lantas kapan waktu yang tepat untuk mengecek ban? Setiap bulan. Ban yang selalu terjaga tekanan udaranya akan sangat membantu dan membuat ban lebih awet.

"Tekanan udara yang tepat akan mengurangi gesekan serta membuat bensin lebih awet. Tentunya, bisa membuat pemilik kendaraan hemat," tukasnya.

Mitos lainnya adalah suara pekikan. Benarkah suara pekikan rem menjadi pertanda mesin bermasalah? Suara pekikan bisa jadi bersumber dari sistem pengereman.

Suara pekikan saat mengerem menandakan bahwa pedal rem sudah aus sehingga indikator rem mulai bergesekkan dengan rotor.

"Selain itu, suara pekikan juga bisa berasal dari getaran berlebihan pada mesin. Apapun sumber masalahnya, sebaiknya membawa mobil ke bengkel untuk dicek," imbuhnya

 

2 dari 2 Halaman

Mitos lainnya yang kerap terdengar adalah memanaskan mesin lebih dulu sebelum kendaraan digunakan. Dahulu sering sekali kita mendengar orang tua kita berkata "panaskan dulu mesin mobilnya" sebelum berkendara.

Jika rutinitas memanaskan mesin dan membiarkannya diam selama lebih dari 3 menit, ini artinya hanya akan buang-buang bensin karena mesin mobil modern zaman sekarang lebih cepat panas saat digunakan berkendara.

Namun, sebelum memacu mesin mobil, pastikan mesin mobil sudah diberi perlindungan pelumas yang baik. Oli yang baik dapat mengalir pada suhu rendah sampai dengan -40șC.

"Pelumas yang baik dapat membantu mengurangi keausan dengan melapisi komponen-komponen mesin yang penting 15 detik lebih cepat dari oli mineral. Ini artinya, oli melindungi mesin mobil dari saat mesin dihidupkan," tukasnya.

 

BERI KOMENTAR