HOME » BERITA » ISU STRUK TOL DIPAKAI BUAT KLAIM ASURANSI DAN DEREK GRATIS TERNYATA HOAKS

Isu Struk Tol Dipakai Buat Klaim Asuransi dan Derek Gratis Ternyata Hoaks

Dalam pesan tersebut meminta bagi para pengguna jalan tol untuk tidak membuang struk karena bisa digunakan untuk melakukan klaim asuransi.

Minggu, 09 Juni 2019 11:16 Editor : Nurrohman Sidiq
Klik tombol < > untuk halaman berikutnya
   
Isu Struk Tol Dipakai Buat Klaim Asuransi dan Derek Gratis Ternyata Hoaks
Ilustrasi Jalan Tol (Liputan6/Helmi Fithriansyah)

OTOSIA.COM - Pesan soal struk jalan tol belakangan banyak tersebar luas di dunia maya. Dalam pesan tersebut meminta bagi para pengguna jalan tol untuk tidak membuang struk karena bisa digunakan untuk melakukan klaim asuransi.

Menanggapi hal tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengkonfirmasi bahwa hal-hal yang diinfokan dalam pesan tersebut, adalah tidak benar dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol.

Berdasarkan keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, pengelola jalan tol ini menjelaskan, pertama, kesalahan informasi bahwa struk bukti transaksi tol merupakan jaminan pengguna jalan berhak mendapat asuransi.

Biaya tol yang dibayarkan pengguna jalan, hanya untuk membayar jasa jalan tol, dan tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi.

"Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol," terang Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Irra Susiyanti.

Selanjutnya, kesalahan informasi bahwa struk bukti transaksi tol sebagai jaminan pengguna jalan berhak atas derek gratis.

Faktanya, seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat, jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya. Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol.

Jika pengguna jalan memiliki kebutuhan untuk diantar sesuai preferensi pengguna jalan, Jasa Marga akan mengenakan tarif resmi yang info besarannya terdapat dalam setiap mobil derek yang dioperasikan, dan pembayaran yang dilakukan dilengkapi bukti pembayaran resmi (kuitansi).

(kpl/sdi)

BERI KOMENTAR