HOME » BERITA » ITS WAKILI INDONESIA DALAM DRIVERS' WORLD CHAMPIONSHIP DI INGGRIS

ITS Wakili Indonesia dalam Drivers' World Championship di Inggris

Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) akan mewakili Indonesia dan Asia pada Drivers’ World Championship 2019 di London, Inggris.

Jum'at, 05 Juli 2019 08:15 Editor : Ahmad Muzaki
ITS Wakili Indonesia dalam Drivers' World Championship di Inggris
Mahasiswa ITS di Drivers’ World Championship 2019 (Istimewa)

OTOSIA.COM - Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) akan mewakili Indonesia dan Asia pada Drivers€™ World Championship 2019 di London, Inggris. Dalam kompetisi tersebut para mahasiswa ITS akan tergabung dalam Tim 5 dengan nama Antasena .

ITS Tim 5 menurunkan mobil Antasena FCH 1.0 dalam kejuaraan Drivers€™ World Championship Qualifier Regional Asia. Sebelumnya mobil tersebut berhasil membawa pulang peringkat runner-up kategori Urban Concept €" Hydrogen di ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia 2019 di Malaysia.

Dalam babak penyisihan tersebut, ITS Team 5 meraih capaian baru dalam kompetisi adu cepat kendaraan ultra-efisien serta penghargaan Off-track Hydrogen Newcomer Award.

Dalam adu balap tersebut, tim Antasena kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara kedua, menjadikan mereka satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang maju ke Shell Eco-marathon Europe dan Grand Final Drivers€™ World Championship (DWC) yang berlangsung di Surrey, Inggris pada 29 Juni €" 5 Juli, 2019.

1 dari 1 Halaman

Tantangan yang dihadapi

ITS Wakili Indonesia dalam Drivers' World Championship di InggrisTantangan yang dihadapi

Tahun lalu, ITS Tim 5 berhasil meraih peringkat #1 pada ajang kompetisi mobil hemat energi berskala global ini.

Menurut Ghalib Abyan, General Manager Tim ITS 5, perjuangan di Drivers?? World Championship menjadi lebih berat. Kalau di arena Shell Eco-marathon Asia, peserta diminta untuk membuktikan mobil yang paling efisien di masing-masing kategori yang dilombakan, maka untuk menjadi pemenang di DWC, diperlukan kesinergian antara teknologi, inovasi serta kerjasama yang baik antar anggota tim untuk menekan batasan efisiensi energi.

??Untuk itu, keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi energi merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama dalam mencapai garis finis. Namun kami optimis tujuan kami berkompetisi untuk menujukkan kualitas bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia,? ujarnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia umumnya unggul di kelas ICE (mesin pembakaran internal) dan listrik. Hal ini dikarenakan teknologi hidrogen masih minim, khususnya di Asia dan Amerika.

Tantangan terbesar adalah menghadapi lawan dari Eropa dan juga negara tetangga, Singapura yang memang merupakan salah satu universitas teknologi terbaik di dunia dan dipersenjatai dengan fasilitas Fuel-Cell yang mumpuni.

??Kami bekerja dengan ikhlas untuk mewujudkan cita-cita kami agar Indonesia dapat membuat mobil hidrogen buatan nasional yang mampu diaplikasikan untuk masyarakat Indonesia,? tutup Ghalib.

BERI KOMENTAR