HOME » BERITA » JADI MURAH GARA-GARA PPNBM, BAGAIMANA NASIB ERTIGA DAN XL7 BEKAS?

Jadi Murah Gara-Gara PPnBM, Bagaimana Nasib Ertiga dan XL7 Bekas?

PPnBM nol persen bikin harga mobil menjadi lebih murah. Dengan harga berbeda tipis dengan mobil seken, membuat gerai Suzuki Auto Value sempat khawatir.

Jum'at, 05 Maret 2021 14:45 Editor : Nazarudin Ray
Jadi Murah Gara-Gara PPnBM, Bagaimana Nasib Ertiga dan XL7 Bekas?
Ilustrasi Suzuki XL7 baru (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Efek relaksasi PPnBM segera terasa di Suzuki. Rumah bagi All New Ertiga dan versi crossover-nya, yakni XL7 langsung melihat kenaikan grafik karena harga keduanya kini di bawah dari biasanya.

Per 1 Maret 2021 lalu, mereka melihat bahwa PPnBM bisa meningkatkan penjualan produk Suzuki. Sebelumnya, mereka sudah studi bahwa efek dari kenaikan ini sebesar 20 persen atau sekitar 6.250 unit. Namun data terkini justru menunjukkan lonjakan.

1 dari 3 Halaman

Lantas bagaimana dengan kondisi penjualan mobil bekasnya? Suzuki sendiri memiliki gerai khusus mobil-mobil second mereka, Suzuki Auto Value. Suzuki sendiri mengaku sempat khawatir.

"Waktu itu diumumkan memang ada kekhawatiran dampaknya seberapa besar. Setelah berjalan, kami melakukan evaluasi dampaknya ternyata tidak besar," kata Hendro Kaligis, Business Development Head, PT Suzuki Indomobil Sales.

 

2 dari 3 Halaman

Bagaimana estimasi terhadap efek relaksasi ini, Hendro justru melihat peluang lain dari hal tersebut.

Harga baru Ertiga mengancam Ertiga second

"Dari sisi pedagang mobil bekas dengan kenaikan pembelian mobil baru, orang yang tukar tambah juga bertambah banyak. Ini kan suplai untuk pedagang mobil besar," ujarnya.

Jika ditakar berdasarkan data, Hendro menyebut bahwa dibanding bulan lalu belum terlihat ada masalah terkait dari efek Ertiga-XL7 yang menjadi lebih murah sekian belas juta.

 

3 dari 3 Halaman

Lebih jauh, ia memandang bahwa mobil bekas dan mobil baru tetaplah punya pasar tersendiri. Di sisi lain, relaksasi sendiri berdekatan dengan bulan Puasa, atau bulan ketika penjualan mobil baik bekas maupun baru cenderung meningkat.

"Jadi ada garisnya. Masing-masing ada segmennya. Apalagi menjelang Puasa dan Lebaran biasanya trennya naik. Kami cukup optimis tidak terlalu berdampak pada mobil bekas, terutama di Auto Value," kata dia.

BERI KOMENTAR