HOME » BERITA » JAGUAR LAND ROVER TUNGGU KEPUTUSAN AKHIR REGULASI LCEV

Jaguar Land Rover Tunggu Keputusan Akhir Regulasi LCEV

Selasa, 12 September 2017 22:35

Jaguar Land Rover Tunggu Keputusan Akhir Regulasi LCEV
Foto: Carmagazine
Editor : Fitradian Dhimas | Reporter : Muhammad Hafid

Otosia.com - Wacana mengenai percepatan produksi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia masih menjadi polemik. Pasalnya, regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang sering dikatakan akan mengatur pemberian insentif pajak terhadap mobil listrik atau hibrida masih digodok oleh pemerintah.

Adapun pemberian insentif tersebut seperti yang banyak diberitakan memiliki persyaratan, di mana produsen otomotif diminta komitmennya untuk memproduksi secara lokal dalam jangka waktu kurang lebih lima tahun setelah regulasi diterbitkan.

PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) selaku pemegang merek Jaguar Land Rover di Indonesia masih menunggu dan cukup penasaran dengan keputusan akhir dari regulasi. Sebab posisi WAE akan ditentukan untuk membawa mobil listrik atau tidak.

"Kami penasaran dengan regulasinya nanti seperti apa. Karena ini akan berdampak pada keputusan kami akan ikut bermain di segmen itu atau tidak. Kami berharap regulasi nantinya juga mencakup merek yang mendatangkan unitnya secara CBU," ucap Roland Staehler, Chief Operating Officer WAE.

Sebagai pemain di segmen khusus dengan volume penjualan tidak besar, WAE sulit melihat adanya kemungkinan Jaguar Land Rover diproduksi secara lokal saat ini. Dengan kata lain, hal tersebut berarti mementahkan harapan Jaguar Land Rover untuk memboyong mobil ramah lingkungan mereka i-Pace yang memang didesain khusus sebagai mobil listrik. Mereka pun berharap regulasi mengenai lokalisasi tersebut dibuat lebih lunak atau bertempo lebih panjang.

"Kita tahu teknologi mobil listrik atau hibrida tidak murah. Jika regulasi ini tidak mencakup kami, maka tidak akan ada potensi untuk memboyong i-Pace. Harganya akan sama saja," jelas Roland.

WAE pun akan sangat dengan senang hati, bahkan antusias memboyong i-Pace ke Indonesia apabila regulasi yang dicanangkan nanti sesuai harapan mereka. Pasalnya, Jaguar Land Rover saat ini secara global saja baru memproduksi 700 ribu unit dan target sejuta unit baru akan dicapai pada 2020. Ini artinya produksi secara lokal masih jauh dalam bayangan pabrikan mobil dari Inggris itu.

"Tujuannya tentu ingin membuat lingkungan menjadi lebih baik melalui mobil listrik atau hybrid. Kami yakin di luar sana konsumen ada yang berpikiran dan ingin berkontribusi untuk melestarikan lingkungan menjadi lebih baik," jelas Roland.

(kpl/fid/fdk)

Jaguar I-Pace
 
8 Foto






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-10-10
detail

BERITA POPULER