HOME » BERITA » JAKARTA-BANDUNG, SEDAN DIESEL BMW CUMA 6,6 LITER SOLAR

Jakarta-Bandung, Sedan Diesel BMW Cuma 6,6 Liter Solar

Minggu, 16 Juni 2013 13:00

Jakarta-Bandung, Sedan Diesel BMW Cuma 6,6 Liter Solar
BMW 320d Indonesia
Editor : Albert

Otosia.com - Tes sedan diesel baru BMW 320d sudah dilakukan antara lain dengan melaju di jalur rute Jakarta-Bandung. Sedan yang digadang-gadang hadir sebagai sedan diesel berteknologi tinggi tersebut membuktikan catatan kehematan menurut data spesifikasi sebelumnya.

Angka efisiensi itu sendiri tidak berbeda jauh dengan perkiraan satu liter masih di kisaran 22 km lebih dalam penggunaannya. Uji hemat ini memang tidak dibuktikan secara detail, seperti berangkat dari titik mana, apakah hanya dihitung mulai dari pintu tol Jakarta lalu Cipularang dan sampai pintu tol pertama Bandung.

Meski demikian, angka tersebut masih menarik untuk sedan premium di kelasnya. Jodie O'tania selaku Head of Corporate Communications BMW Indonesia memperhitungkan bahwa perjalanan itu sendiri hanya butuh 6,6 liter.

"Konsumsi bahan bakar, satu liter untuk 22,4 km. Jadi misalnya ke Bandung (Jakarta) jaraknya 140 km jadi ke Bandung hanya butuh sekitar 6,6 liter dengan mesin diesel, bisa kebayang kan? Konsumsi bahan bakarnya memang sangat efisien," bangganya.

Memang, satu hal yang menarik dari peluncuran sedan diesel BMW 320d adalah dia mengedepankan efisiensi penggunaan bahan bakar. Uji tes menurut BMW yang boleh dibilang jauh dari angka efisiensi bahan bakar pada mobil-mobil sekelasnya ini memang menjadi poin penting di samping penggunaan solar yang sudah sesuai standar ramah lingkungan.

Dalam data spesifikasinya sendiri BMW 320d bisa dihemat hingga pemakaian 22,7 km per liter. Standar emisinya sendiri sudah Euro 3 dan bisa memanfaatkan bahan bakar yang memang sudah tersedia di Indonesia, seperti solar dari Shell, produk Pertamina Dex, atau Total Performance.

Faktor hemat itu didukung oleh penggunaan mesin Advanced Diesel yang merupakan mesin diesel empat silinder baru dengan blok mesin terbuat dari aluminium dengan geometri ruang pembakaran yang dioptimalkan plus merupakan common rail generasi ketiga dengan sistem injeksi yang presisi dan bertekanan sangat tinggi sampai 1.600 bar.

Dengan tekanan itu, selain konsumsi bahan bakar yang bisa ditekan, emisi CO2 pun lebih rendah, tetapi menghasilkan tenaga maksimum.(kpl/nzr/abe)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-5-3
detail

BERITA POPULER