HOME » BERITA » JAMUR HELM DAN BALACLAVA, BISA JADI ADA HUBUNGANNYA

Jamur Helm dan Balaclava, Bisa Jadi Ada Hubungannya

Helm bau menjadi pertanda bahwa kemungkinan besar di dalamnya kotor dan jamur. Kondisi semacam ini cukup merugikan, apalagi jika terjadi pada helm-helm premium.

Rabu, 16 Mei 2018 09:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Hiveminer.com

OTOSIA.COM - Helm bau menjadi pertanda bahwa kemungkinan besar di dalamnya kotor dan jamur. Kondisi semacam ini cukup merugikan, apalagi jika terjadi pada helm-helm premium.

Ini makanya banyak saran muncul bahwa sebaiknya rider memakai tudung kepala balaclava.

Menurut Irwan, Technical Support Deride, gerai perlengkapan sepeda motor premium asal Italia, fungsi balaclava justru mencegah mudahnya keringat yang berperan menimbulkan jamur lantas menempel di bagian dalam helm.

"Ada orang yang enggak suka pakai balaclava, padahal keringat otomatis menempel di balaclava. Soalnya, kalau touring, panas, (keringat) sampai ke busa pipi," ujarnya.

Namun jika pengguna motor enggan memakai balaclava, jurus untuk melenyapkan bau itu juga mudah.

Caranya dengan membuka kaca pada helm atau visor setelah pelindung kepala itu digunakan. Tujuannya supaya udara tetap bersirkulasi.

"Visor naikin ke atas aja, ada udara yang keluar jadi tidak menyebabkan jamur.
Kalau basah kita tutup, itu menimbulkan jamur. Menimbulkan bau juga kan."

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR