HOME » BERITA » JANGAN KAGET, BELI MITSUBISHI XPANDER DI TANGERANG LEBIH MAHAL KETIMBANG DI JAKARTA

Jangan Kaget, Beli Mitsubishi Xpander di Tangerang Lebih Mahal Ketimbang di Jakarta

Harga Mitsubishi Xpander dan harga Mitsubishi Pajero Sport di Tangerang lebih mahal ketimbang Jakarta. Hal itu dikarenakan kenaikan tarif pajak yang membuat harga Mitsubishi Xpander dan harga Mitsubishi Pajero Sport ikit naik.

Rabu, 27 Maret 2019 21:00 Editor : Dini Arining Tyas
Mitsubishi Xpander (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten menyesuaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaaraan. Penyesuaian itu berlaku mulai 11 Maret 2019 lalu.

PKB di Banten naik 1,5 persen menjadi 1,75 persen. Sedangkan BBN naik 2,5 persen menjadi 12,5 persn.

Dengan kenaikan tarif tersebut, bagi calon konsumen yang hendak membeli kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua di wilayah Banten, akan mendapatkan harga yang lebih mahal dibanding Jakarta.

Termasuk Mitsubishi Xpander dan Pajero Sport. Dijelaskan Head of Jabodetabek Section, Sales and Marketing Region 1 Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Rully Halsa Pernando, untuk daerah Banten itu baru saja ada kenaikan BBN, dan tentu hal tersebut berimbas pada daerah yang masuk pelat B di Tangerang.

"Harga Xpander selisihnya Rp5-6 juta, Pajero Sport di atas Rp10 juta kurang lebih seperti itu," jelas Rully saat berbincang dengan wartawan di pembukaan dealer PT Srikandi Diamonds Motors, Cipondoh, Tangerang, Rabu (27/3/2019), seperti dikutip dari Liputan6.com.

Lanjutnya, meskipun ada kenaikan harga untuk wilayah Tangerang, namun konsumen telah memahami, karena tarif pajak merupakan kebijakan dari pemerintah daerah.

"Mau tidak mau agen pemegang merek (APM) atau dealer mengikuti. Meskipun begitu, potensi untuk Xpander di area ini cukup besar, dari Januari sampai Februari kami menjual 504 unit. Dan Tangerang memberikan kontribusi kurang lebih 14 sampai 15 persen," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR