HOME » BERITA » JANGAN MENYALIP KENDARAAN LAIN DARI SISI KIRI

Jangan Menyalip Kendaraan Lain dari Sisi Kiri

Senin, 04 Maret 2019 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ilustrasi kecelakaan tol (Liputan6.com/Gempur M Surya)

OTOSIA.COM - Beberapa kali kecelakaan fatal di tol karena pengemudi nekat mendahului kendaraan lain melalui bahu jalan atau dari lajur kiri. Cara mendahului ini sebenarnya sudah dilarang, tapi masih saja ada yang melakukan.

Terakhir, aksi nekat mendahului melalui lajur kiri dan mengakibatkan kecelakaan melibatkan Bupati Demak, Mohammad Nasir. Dalam kecelakaan yang terjadi di Tol KM 349 Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (3/3/2019) itu membuat satu nyawa melayang.

Menurut Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, pengendara wajib tertib di jalan tol.

"Jika berada di lajur sebelah kanan, dan saya ingin mendahului kendaraan di depan karena berjalan lambat, saya akan meminta dia untuk kasih jalan, atau saya tetap stay di belakangnya," jelas Sony kepada Liputan6.com, melalui sambungan telepon, Senin (4/3/2019).

Ia melanjutkan, kalaupun harus mendahului kendaraan di depannya dengan membunyikan klakson, harus secara damai. Artinya, bukan klakson panjang hanya sekali atau dua kali saja.

"Selain itu, saya juga akan kasi lampu untuk memberikan tanda ingin mendahului, kalau kendaraan berjalan sangat lamban," tegasnya.

Jika sudah memberikan tanda ingin mendahului, kendaran tetap harus tetap stay di belakang kalau meamng tidak dikasi jalan.

"Kita harus tahu dan tertib di jalan raya, sebelah kiri 60 km/jam dan kanan 80 km/jam atau mendahului. Ketika kita ingin menyusul dengan kecepatan yang lebih tinggi tentunya, kalau dari sebelah kiri pasti akan bertemu kendaraanyang kecepatannya rendah, dan ini beretentangan, harusnya dia berpikir sebelah kiri aman itu belum tentu, harus stay di jalan kanan, karena itu peraturannya," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/tys)

BERI KOMENTAR