HOME » BERITA » JANGAN PANIK, KNALPOT MOBIL KEMASUKAN AIR BANJIR BUKAN MASALAH BESAR

Jangan Panik, Knalpot Mobil Kemasukan Air Banjir Bukan Masalah Besar

Menerjang jalan yang digenangi air tidak bisa sembarangan. Perhatikan ketingggian air terlebih dahulu.

Senin, 11 November 2019 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Jangan Panik, Knalpot Mobil Kemasukan Air Banjir Bukan Masalah Besar
Ilustrasi menerobos jalan banjir (cartoq)

OTOSIA.COM - Memasuki musim penghujan, kaum urban perkotaan biasanya juga akan menghadapi masalah banjir. Salah satunya di Jakarta. Jalanan akan banyak yang digenangi air sehingga cukup berisiko jika dilalui.

Para pengendara mobil juga perlu memerhatikan kondisi jalanan yang banjir. Sebab, tak jarang air bisa masuk melalui knalpot dan menyebabkan mobil mogok.

Sejatinya, ketika menghadapi masalah knalpot mobil yang kemasukan air ketika banjir, tak perlu panik. Knalpot mobil yang kemasukan air bukan masalah yang besar, karena air tidak akan bisa masuk ke dalam mesin.

1 dari 2 Halaman

Masalah Kelistrikan

Jangan Panik, Knalpot Mobil Kemasukan Air Banjir Bukan Masalah BesarMasalah Kelistrikan

Seperti dilansir laman resmi Nissan Indonesia, keberadaan air dalam knalpot memang bisa mengganggu kinerja mesin, tetapi tak merusaknya secara langsung.

Alih-alih masuk ke mesin, air banjir bakal tertampung pada bagian yang disebut catalytic converter yang fungsinya untuk menyaring gas buang.

Air yang menumpuk pada catalytic converter, memang akan menyulitkan Anda untuk menyalakan mesin. Namun, seiring dengan pemakaian, genangan air pada bagian tersebut, akan berubah menjadi uap.

Masalah yang lebih besar dan perlu menjadi perhatian bukan pada bagian knalpot, melainkan sistem kelistrikan mobil dan mesin.

Sistem kelistrikan mobil, biasa disebut dengan nama electronic control unit (ECU) biasanya berada di 2 lokasi, yakni kabin atau ruang mesin.

2 dari 2 Halaman

Jangan Asal Terjang Banjir

Jangan Panik, Knalpot Mobil Kemasukan Air Banjir Bukan Masalah BesarJangan Asal Terjang Banjir

Ketika memutuskan untuk menerjang banjir, pastikan terlebih dulu bahwa posisi ECU lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan air. Dengan begitu, risiko terjadinya korsleting akibat komponen listrik yang terkena air bisa ditekan.

Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan komponen listrik lainnya seperti alternator, soket, sekring, injektor, kabel, serta relay.

Biasanya, komponen-komponen tersebut memang telah dilengkapi perlindungan agar terhindari dari air. Namun, pemilik mobil harus memastikan secara langsung bahwa kondisi komponen listrik tersebut baik-baik saja setelah banjir.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR