HOME » BERITA » JANGAN SALAH PILIH SPESIFIKASI OLI, INI BEDA JASO MA DAN MB UNTUK MOTOR

Jangan Salah Pilih Spesifikasi Oli, Ini Beda JASO MA dan MB untuk Motor

Pelumas sepeda motor yang beredar di Indonesia memiliki sertifikasi berbeda sesuai spesifikasi mesin. Karena itu pahami SAE dan JASO yang sesuai jenis motor.

Senin, 25 Oktober 2021 10:15 Editor : Nazarudin Ray
Jangan Salah Pilih Spesifikasi Oli, Ini Beda JASO MA dan MB untuk Motor
Pelumas sepeda motor (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Banyak merek pelumas yang dipasarkan di Indonesia menawarkan spesifikasi dan sertifikasi yang sesuai dengan perkembangan mesin. Misalnya SAE atau Society of Automotive Engineer, JASO (Japan Automobil Standart Organization) dan API (American Petroleum Institute).

Sebelum membahas lebih jauh sertifikasi dia atas, tidak ada salahnya untuk mengetahui bahan baku pelumas kendaraan.

Bahan baku pelumas kendaraan terdiri dari base oil dan aditif. Base oil diperoleh dari hasil modifikasi minyak bumi dan atau material lain dengan proses kimia.

1 dari 8 Halaman

Base oil terbagi dua, mineral dan sintetik. Mineral didapatkan minyak bumi melalui proses pengolaan.

"Sintetik bahan bakunya dari mineral yang melawati beberapa proses, atau menggunakan bahan lain dengan proses kimiawi untuk mendapatkan struktur molekul yang baru," buka Nurudin, Technical Trainer PT ExxonMobil Lubricants Indonesia saat diskusi virtual bersama awak media, Rabu (13/10/2021).

Base oil sebenarnya sudah dapat melumasi mesin. Namun fungsinya akan lebih maksimal jika ditambah dengan aditif. Aditif sendiri ada 9 jenis, dengan rincian 2 zat untuk proteksi terhadap pelumas itu sendiri, 3 zat yang mempengaruhi sifat pelumas, dan 4 zat aditif yang berfungsi melindungiu komponen

2 dari 8 Halaman

"Khusus untuk sepeda motor Base oil itu 75% dan 24% adalah aditif," ujar Nurudin.

Sementara mengenai sertifikasi pelumas, sebelum tahun 2019 terdapat 4 sertifikasi. Namun Sejak September 2019 menjadi 5 dengan ditambahkan SNI.

3 dari 8 Halaman

SAE dan JASO

Apa itu SAE? SAE berkaitan dengan kekentalan pelumas. Contohnya SAE 10W-40. Angka 10W diartikan sebagai kinerja pelumas saat kondisi dingin. Pelumas tetap akan mengalir sampai dengan minus 25 derajat pada musim dingin.

"Nah kalau 40 itu adalah kekentalan pelumas saat kondisi panas. Angka 10 itu sebagai kategori oli encer, tapi kalau 20 kategori oli kental," jelasnya.

Kategori oli kental

 

4 dari 8 Halaman

Selanjutnya adalah JASO. Tidak sedikit pemilik sepeda motor yang tidak memahami apa pengertian JASO yang tercetak pada kemasan pelumas yang dibelinya.

Menurut Nurudin, JASO berkaitan dengan transmisi. Penambahan dua akronim di belakang JASO menandakan perbedaan kinerja motor berdasarkan kopling. JASO MA diperuntukan bagi kopling basah.

"Kalau kopling basah dia menggunakan JASO MA. Kopling membutuhkan pelumas karena dia terendam dan menjadi satu kesatuan dengan desain mesinnya," papar Nurudin.

Sebaliknya, JASO MB diperutukan bagi sepeda motor jenis matic. Pasalnya motor matic menggunakan tipe kopling kering sehingga tidak memerlukan pelumasan. 

5 dari 8 Halaman

"Mengapa demikian? Karena motor matic pelumasnya itu bekerja di bagian mesin, yang menghasilkan tenaga, sehingga dia bisa menggunakan tipe oli yang JASO MB," ujarnya.

Selain itu karakteristik JASO MA cenderung olinya lebih keset. Sedangkan JASO MB oli cenderung licin.

Kenapa JASO MB megarah ke licin? Karena berkaitan dengan karter desain mesin dan gesekan. Gesekan pada motor matic lebih besar dari non matic. Lantaran posisi mesin di tengah, proses pendinginannya terhalang beragam cover. Selain itu, gerak maju mundurnya piston tidak terbantu oleh gaya gravitasi bumi.

"Berbeda sama motor manual. Mulai dari cc kecil, proses pendinginannya terbantu karena desain mesinnya berada di bagian depan. Tapi motor ber-cc besar cenderung desain mesinnya tegak, sehinga gesekannya cenderung lebih rendah karena naik turunnya piston terbantu oleh gaya grativasi bumi," ungkapnya.

Oli dengan sertifikasi JASO MB untuk motor matic

 

6 dari 8 Halaman

API

Perlu diketahui bahwa sertifikasi API berkaitan dengan teknologi mesin, bukan tahun produksi mesin.

Misalnya, API SL untuk teknologi mesin tahun 2001. Namun timbul pertanyaan, apakah API SL sudah ketinggalan zaman, mengingat saat ini sudah tahun 2021. Atau tidak cocok untuk motor produksi terbaru?

"Tidak ketinggalan, karena berkaitan dengan mesin. Sebenarnya dari 2001 sampai2021 mesin tidak banyak berubah. Yang banyak berubah adalah ftur-fiturnya. Misalnya dulu karburator, sekarang pakai injeksi," jelasnya.

7 dari 8 Halaman

Fungsi pelumas

Pelumas mempunyai 3 fungsi, yakni sebagai pendingin, bantalan dan mebersihkan.

Sumber panas di mesin ada dua yakni gesekan antara piston dan silinder, kedua adalah proses pembakaran. Di sinilah oli berfungsi mendinginkan.

"Panas itulah yang harus dikelola atau ditransfer ke dalam silinder. Nanti mekanismenya didinginkan oleh mesin. Namun tergantung apakah pendingin udara, apa menggunakan oil cooller atau dia dibantu oleh cairan radirator," paparnya.

8 dari 8 Halaman

Sementara fungsi bantalan artinya pelumas memberikan perlindungan agar antar piston dan silinder tidak bergesekan,

Terakkhir adalah fungsi membersihkan. Pada fungsi ini ada dua aditif yang saling bekerjasama, detergent dan dispersant.

Detergent menjaga permukaan logam agar bebas dari kotoran. Sedangkan detersant berfungsi mengikat kotoran agar tidak menempel di bagian piston.

"Makanya wajar ketika ganti oli, oli berubah menjadi hitam, nah itulah fungsinya dari aditif dispersant," tutup Nurudin.

BERI KOMENTAR