HOME » BERITA » JANGAN SAMPAI SALAH, BEGINI ATURAN MEMILIH BUSI UNTUK MESIN BORE UP

Jangan Sampai Salah, Begini Aturan Memilih Busi untuk Mesin Bore Up

Meski punya sisi positif bore up mesin tetap memiliki risiko yang bisa saja bikin kantong bolong. Salah satu di antaranya naiknya suhu mesin.

Senin, 19 Juli 2021 16:15 Editor : Nurrohman Sidiq
Jangan Sampai Salah, Begini Aturan Memilih Busi untuk Mesin Bore Up
Keramik alumina pada busi NGK (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Bore up merupakan sebuah rekayasa mesin yang umumnya dilakukan dengan meningkatkan diameter piston standar motor. Dengan begitu, motor akan memproduksi tenaga lebih besar.

Meski punya sisi positif bore up mesin tetap memiliki risiko yang bisa saja bikin kantong bolong. Salah satu di antaranya naiknya suhu mesin.

Hal itulah yang harus diantisipasi termasuk mengganti part standar seperti busi.

Menurut PT NGK Busi Indonesia, dilansir dari akun Instagram resmi @ngkbusi, sangat disarankan untuk menaikkan heat range satu tingkat untuk mengimbangi panas mesin.

1 dari 3 Halaman

"Mesin bore up punya tingkat panas yang lebih tinggi Brosis. Disarankan buat naikkan tingkat panas satu tingkat dari busi bawaannya," tulis akun tersebut, dipublikasikan Kamis (24/6/2021).

Sebagai contoh, bila pemilik sepeda motor memiliki Yamaha Aerox 155 dengan mesin bore up, sebaiknya mengganti busi bawaan dengan kode CPR8EAIX-9 menjadi CPR9EAIX-9. Asumsi lainnya jika saja memiliki motor Yamaha Mio bore up, rekomendasinya bisa menggunakan busi GPower CR7HGP atau Iridium IX CR7HIX.

Bukan cuma itu saja, pilihlah busi dengan material precious metal karena memiliki tingkat kekerasan dan titik lebur lebih tinggi.

2 dari 3 Halaman

"Busi dengan bahan precious metal seperti platinumiridium, dan ruthenium memiliki tingkat kekerasan dan titik lebur yang lebih tinggi guna menahan panas dan kompresi tinggi yang terjadi di ruang bakar," tambahnya.

Perkara busi yang tidak sesuai dengan kondisi aktual mesin ini rupanya tidak bisa diremehkan.

Ketika angka heat range-nya terlalu besar (terlalu dingin), suhu busi akan bertahan di level rendah dan berpotensi menimbulkan endapan pada ujung elektroda.

Endapan tersebut memberikan jalan terjadinya kebocoran listrik yang meningkatkan mengurangi produksi percikan api.

3 dari 3 Halaman

Sebaliknya, jika angkanya terlalu kecil (terlalu panas), maka suhu busi akan meningkat terlalu drastis dan menimbulkan pembakaran yang tidak normal (pengapian dini) dan overheat.

Dalam kesempatan berbeda, Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia menyebut busi yang mengalami overheat dapat melelehkan elektroda yang tentu saja bikin mesin loyo.

Lelehan material akibat pembakaran yang tidak sempurna itu bepotensi menimbulkan efek domino, seperti timbulnya residu di dalam silinder mesin.

Sisa-sisa lelehan material yang tidak habis terbakar itu akan memunculkan spot api baru atau disebut dengan surface ignition. Hal itu disebabkan oleh bara material yang masih menyala di ruang bakar sebelum busi memercikkan listrik untuk menghasilkan api.

BERI KOMENTAR