HOME » BERITA » JANGAN SERING-SERING GUNAKAN BAHAN BAKAR MURAH PADA KENDARAAN, AKIBATNYA FATAL

Jangan Sering-Sering Gunakan Bahan Bakar Murah pada Kendaraan, Akibatnya Fatal

Motor dengan teknologi injeksi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar performa mesin tetap terjaga

Selasa, 24 Maret 2020 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Jangan Sering-Sering Gunakan Bahan Bakar Murah pada Kendaraan, Akibatnya Fatal
All new Suzuki Satria F150 (Isitmewa)

OTOSIA.COM - Mesin sepeda motor berteknologi injeksi miliki satu komponen penting, yakni injektor. Tugasnya untuk menyemprotkan bahan bakar dengan cara pengabutan. Sehingga jenis bahan bakar sangat mempengaruhi performa maupun daya tahan komponen.

Meski telah mengetahui hal tersebut, banyak pemilik motor injeksi tetap menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah. Padahal, motor dengan teknologi injeksi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar performa mesin tetap terjaga.

1 dari 2 Halaman

Seperti dilansir Suzuki Indonesia, pengaruh menggunakan bensin beroktan rendah menyebabkan komponen FI (fuel injection) yang sensitif menjadi lebih mudah tersumbat.

Mesin berteknologi injeksi rata-rata rasio kompresinya tinggi, di atas 9 :1 agar sepeda motor menjadi lebih irit. Namun, hal ini baru bisa tercapai jika bahan bakar yang digunakan sesuai spesifikasi atau memiliki oktan tinggi.

Semakin besar kompresi mesin, maka bahan bakar yang dibutuhkan harus memiliki oktan tinggi. Dengan memakai bahan bakar beroktan rendah, gejala detonasi (ngelitik) akan muncul pada motor.

2 dari 2 Halaman

Minim Perawatan

Pada dasarnya mesin injeksi sangat minim perawatan, namun, pemilik kendaraan juga harus selalu memakai bahan bakar beroktan tinggi, sesuai spesifikasi.

Perlu Otolovers tahu, jika motor diisi bensin beroktan rendah yang tak sesuai spesifikasi, bakal bikin pompa bensin sepeda motor macet. Akibatnya aki lebih cepat habis karena pompa bekerja lebih keras akibat kotoran. Jika didiamkan, maka akan buat injektor mampet.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR