HOME » BERITA » JARANG DIPAKAI, MINYAK REM TETAP PERLU DIGANTI

Jarang Dipakai, Minyak Rem Tetap Perlu Diganti

Senin, 30 April 2018 14:46 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Xbph.com

OTOSIA.COM - Jarang menggunakan kendaraan tak berarti akan memperpanjang waktu penggantian minyak rem. Minyak rem ini akan mengalami penurunan kualitas ketika terpapar udara, sehingga dibutuhkan pergantian rutin.

"Minyak rem didiamkan juga tidak boleh. Jarang dipakai. Dimasukkan garasi terus. Setahun harus ganti," jelas Suhendra selaku Promotion Manager PT Laris Chandra selaku distributor STP di Indonesia di JIExpo Kemayoran, Minggu (30/04).

Menurut Suhendra, meski didiamkan, seiring waktu minyak rem akan menyerap air. Apabila kadar airnya terlalu tinggi, risiko terciptanya banyak udara akibat panas dari pengereman akan semakin tinggi. Timbulnya udara ini sangat membahayakan, karena mampu membuat rem tak pakem.

"Sifat dari minyak rem itu higroskopi, dia menyerap kelembapan udara. Ia bercampur dengan minyak rem, tidak boleh memisah. Hasilnya akan mempengaruhi penguapan. Sebagai contoh es kita taruh di gelas akan berembun. Itu juga berpengaruh pada rem. Dia akan berembun ke dalam," jelas Suhendra.

Adapun batas normal kadar air dalam minyak rem menurut Suhendra adalah 2 persen. Di atas batas tersebut, minyak rem berisiko mengalami kegagalan. Untuk mengetahui kadar air sendiri dapat menggunakan sebuah alat berindikator khusus.

Reporter : Muhammad Hafid Asisi

(kpl/fid/crn)

BERI KOMENTAR