HOME » BERITA » JELANG PELUNCURAN AVANZA 2019 TERBARU, SUV TOYOTA TUMBUH MPV MALAH MENYUSUT

Jelang Peluncuran Avanza 2019 Terbaru, SUV Toyota Tumbuh MPV Malah Menyusut

Penjualan mobil Toyota di kelas SUV mengalami peningkatan, namun segmen MPV justru sebaliknya.

Rabu, 09 Januari 2019 17:15 Editor : Cornelius Candra
Salah satu mobil SUV TAM, Toyota Rush (Toyota.astra.co.id)

OTOSIA.COM - Lambat laun pasar sport utility vehicle (SUV) merangsek naik setiap tahun di Indonesia. Kendati tahun lalu pergerakannya tidak besar, diperkirakan volume penjualan SUV secara nasional tumbuh di atas pencapaian tahun 2018.

Hal ini diakui Henry Tanoto, Wakil Presiden PT Toyota Astra Motor (TAM) yang menyebut tren SUV bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga di mancanegara.

Naiknya pasar SUV sudah terasa sejak tahun 2014, dengan volume sebanyak 53.855 unit atau 4,46% dari total pasar mobil nasional. Setahun kemudian naik lagi jadi 5,35%, kemudian melompat lagi 6,83% pada 2016, serta tumbuh 6,80% di tahun 2017.

Toyota sendiri mencatat ada kenaikan terhadap SUV mereka dan menyumbang penjuakan terbanyak kedua Toyota setelah MPV.

"Sama seperti global, tren SUV naik. Bahkan SUV kami Toyota Rush naik dua kali lipat dibandingkan 2017. Ini kita rasakan sangat baik," jelas Henry.

Sebaliknya, tahun lalu penjualan jenis MPV sedikit terkoreksi. Bahkan Toyota mengakui penjualan Avanza mereka tersendat, berbeda dengan SUV mereka seperti Rush dan Fortuner.

"Bicara komposisi market 2018, (MPV) minus 0,5%, namun dari 14% ke 17% untuk SUV. Tapi walau stagnan, komposisi MPV masih besar sekali, 40%," ujarnya.

Turunnya low MPV Toyota tahun lalu tidak terlepas kehadiran Mitsubishi Xpander dan Ertiga baru yang lebih dinamis dan stylish, serta Wuling Confero yang dari segi harga lebih bersahabat.

"Ditengah pemain MPV bertambah, Avanza kita tetap masih jadi pilihan utama," terang tutup Hendri.

Terlebih lagi PT TAM akan merilis generasi terbaru dari Toyota Avanza pada 15 Januari 2019 mendatang. Diperkirakan harganya akan mengalami peningkatan sekitar Rp5-10 jutaan.

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR