HOME » BERITA » JIKA DISKON PAJAK DIHENTIKAN, BEGINI NASIB PASAR MOBIL INDONESIA?

Jika Diskon Pajak Dihentikan, Begini Nasib Pasar Mobil Indonesia?

Bagaimana jika PPnBM-DTP yang berakhir Desember 2021 ini tidak diperpanjang tahun depan?

Selasa, 14 Desember 2021 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Jika Diskon Pajak Dihentikan, Begini Nasib Pasar Mobil Indonesia?
Honda Mobilio Battle of Efficiency (Honda)

OTOSIA.COM - Meski masih belum lepas dari pandemi COVID-19, penjualan mobil secara nasional terus membaik. Hal itu tak lain karena pemberlakukan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP).

Keberhasilan program tersebut, membuat pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengevaluasi pemberian PPnBM 100 persen dan berencana untuk melanjutkannya hingga tahun depan.

Lalu, bagaimana jika PPnBM-DTP yang berakhir Desember 2021 ini tidak diperpanjang tahun depan?

1 dari 3 Halaman

Dijelaskan Yusak Billy, Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), pihaknya berharap PPnBM-DTP ini bisa dilanjutkan tahun depan. Pasalnya, insentif ini memberikan dampak yang signifikan bagi penjualan mobil di Indonesia.

"kami yakin pemerintah mempunyai kebijakan yang tepat dan akan mengambil langkah tepat supaya pertumbuhan ekonomi bisa terus terjaga," jelas pria yang akrab disapa Billy beberapa waktu lalu.

2 dari 3 Halaman

Lanjut Billy, jika PPnBM tahun depan tidak diperpanjang, dan langsung dihilangkan maka pasar akan mengalami syok atau kaget.

Terlebih, tarif PPnBM mobil baru konvensional telah direvisi menjadi 15 persen dari 10 persen. Bahkan, aturan tersebut sudah tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 dan PP Nomor 74 Tahun 2021.

"Kami khawatir, pasar bisa syok karena harga mobilnya akan terlalu tinggi loncatnya," tegasnya.

3 dari 3 Halaman

Penjualan mobil

Sebagai informasi, dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) wholesale sales (pabrik ke diler) pada Januari sampai Oktober 2021 mencapai 703.089 unit.

Angka ini naik 67 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, retail sales (diler ke konsumen) mencatatkan angka sebanyak 677.333 unit. Artinya tumbuh 49,3 persen dibanding periode tahun lalu.

Penulis: Arief Aszhari

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR