HOME » BERITA » JIKA OJOL TETAP NEKAT BERKERUMUN, PEMPROV DKI ANCAM CABUT IZIN ANGKUT PENUMPANG

Jika Ojol Tetap Nekat Berkerumun, Pemprov DKI Ancam Cabut Izin Angkut Penumpang

Jika ditemukan ojek online yang melanggar protokol kesehatan, seperti berkerumun lebih dari 5 orang, Pemprov DKI Jakarta mengancam akan cabut izin angkut penumpang.

Senin, 14 September 2020 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Jika Ojol Tetap Nekat Berkerumun, Pemprov DKI Ancam Cabut Izin Angkut Penumpang
Driver ojek online dilarang berkerumun saat PSBB DKI Jakarta (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - PSBB total DKI Jakarta sudah mulai diterapkan mulai hari ini, Senin (14/9/2020). Pada PSBB jilid II ini para driver ojek online masih diizinkan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hanya saja, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta agar para driver ojol tidak berkerumun lebih dari 5 orang. Jika didapati ada pelanggaran dalam pengangkutan penumpang atau melanggar protokol kesehatan seperti berkerumun lebih dari 5 orang, maka Pemprov DKI akan mencabut izin ojol angkut penumpang.

"Di mana jika dalam tiga hari ke depan didapati mereka terus berkumpul, maka regulasi terkait dengan diperbolehkannya dengan mereka melakukan pengangkutan penumpang itu akan dilakukan pelarangan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Jakarta, Senin (14/9/2020) dikutip dari Merdeka.com.

1 dari 3 Halaman

"Kita pahami regulasi selama PSBB dilarang orang warga berkumpul dan lebih dari lima orang dan ini pun berlaku bagi ojek online," sambungnya.

Dalam menerapkan peraturan, ia mengaku bersama Polri dan seluruh stakeholder lainnya akan terus melakukan pengawasan.

"Sekali lagi kita sama-sama harus melaksanakan protokol kesehatan melaksanakan ketentuan yang sudah ada dengan baik, sehingga pelaksanaan PSBB yang tujuannya untuk menekan tingkat penambahan kasus positif COVID-19 bisa dicapai."

"Di sisi lain diperbolehkannya dengan para ojek, apakah itu ojek pangkalan maupun ojek online mengangkut penumpang tetap mengedepankan prinsip-prinsip menjaga, tidak terjadi kerumunan," sambungnya.

2 dari 3 Halaman

Selama tiga hari ke depan, lanjutnya, pihaknya juga meminta bantu kepada perusahaan aplikasi agar bersama-sama membantu mengawasi para pengemudinya.

"Jadi kami berharap bahwa perusahaan aplikasi memanfaatkan teknologi informasi untuk menjaga agar para driver online ini tidak berkumpul dan berkerumun lebih dari lima orang kami di lapangan akan terus melakukan pengawasan bersama-sama dengan Polda TNI dan juga Satpol PP," pungkasnya.

 

3 dari 3 Halaman

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menerapkan kembali aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku efektif hari ini. Namun, transportasi ojek daring masih diperbolehkan mengangkut penumpang dengan protokol kesehatan yang ketat.

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita menyatakan siap mematuhi peraturan gubernur DKI Jakarta terkait penerapan kembali PSBB secara ketat, termasuk pelaksanaan protokol kesehatan dalam operasional berbagai layanan bisnis perusahaan. Sehingga ekosistem Gojek akan mendukung penuh berbagai program pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta, guna memperlancar pelaksanaan PSBB di lapangan. Kami juga akan terus melakukan komunikasi intensif kepada mitra driver kami untuk selalu mengikuti dan mematuhi arahan pemerintah," ujar dia dalam pernyataannya kepada Merdeka.com, Senin (14/9/2020).

BERI KOMENTAR