HOME » BERITA » JUALAN MOBIL TEMBUS RP 22 TRILIUN, DISKON PPNBM DIBIDIK SAMPAI AKHIR TAHUN

Jualan Mobil Tembus Rp 22 Triliun, Diskon PPnBM Dibidik Sampai Akhir Tahun

Diskon PPnBM berdampak besar bagi penjualan mobil yang tercatat sebesar Rp 22 triliun pada Maret lalu. Karena itu Gaikindo berharap relaksasi pajak diperpanjang sampai akhir tahun.

Jum'at, 20 Agustus 2021 14:45 Editor : Nazarudin Ray
Jualan Mobil Tembus Rp 22 Triliun, Diskon PPnBM Dibidik Sampai Akhir Tahun
Ilustrasi pameran otomotif (Otosia.ocm/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Nuansa kelam industri otomotif Indonesia akhirnya tersapu oleh kabar segar usai pemberlakuan program relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah kendaraan bermotor (PPnBM DTP) sejak Maret 2021.

Institute for Strategic Initiatives (ISI) dalam paparannya bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendapati diskon PPnBM efektif mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional yang tengah menghadapi penurunan selama pandemic Covid-19.

"Ke hulu, sektor otomotif, telah tingkatkan demand atas output sektor, seperti industri komponen mesin, ban, valve, filter dan lain sebagainya. Sementara itu, ke hilir produk otomotif telah berdampak terhadap sektor pembiayaan keuangan, alat transportasi, dan lainnya," sebut Luky Djani, Direktur ISI dalam webinar bertajuk 'Evaluasi Dampak Program Relaksasi PPnBM DTP Kendaraan Bermotor' yang diinisiasi Gaikindo, Kamis (19/8/2021).

1 dari 4 Halaman

Titik terendah penjualan terjadi pada bulan Mei 2020 mencapai 6.907 unit. Volume ini sungguh timpang sebab penjualan saat kondisi normal rata-rata 40 ribu unit.

Namun kemudian, seperti dipaparkan oleh ISI, program PPnBM DTP kemudian meningkatkan penjualan mobil yang masuk dalam skema relaksasi ini meningkat menjadi 99.370 unit.

2 dari 4 Halaman

Lonjakan penjualan tertinggi terjadi pada bulan Maret 2021 dengan volume penjualan mencapai sekitar 40.833 unit.

Efeknya, nilai penjualan mobil sebesar Rp 22,95 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 10,62 triliun.

3 dari 4 Halaman

Hasil ini juga berpotensi menciptakan kesempatan kerja sebesar 183 ribu orang, mencakup sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 77.301 orang, industri pengolahan 75,452 orang, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17.719 orang.

Dengan hawa positif ini, Gaikindo sendiri memandang bahwa bukan tidak mungkin mereka akan mengharapkan kepada pemerintah agar relaksasi ini diperpanjang.

"Jadi terus terang kami baru berikan isyarat-isyarat sedikit ke pemerintah karena saya tahu pemerintahnya lagi repot. Mungkin atau tidak ini diperpanjang," ujar Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.

4 dari 4 Halaman

Setelah melihat presentasi ISI kebijakan tersebut cukup baik untuk semua pihak, kata Yohannes Nangoi, pihaknya akan memberanikan menulis surat resmi ke pemerintah.

"Kami berharap (relaksasi) diperpanjang sampai akhir tahun sehingga kondisi 2020 babak belur bisa kita tutup dengan cukup baik," ujarnya.

BERI KOMENTAR